"Tidak ada monopoli lagi dari pemain internasional," kata Javad saat berpidato di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2014).
Acara yang digagas The Indonesian Council on World Affairs (ICWA) ini juga dihadiri mantan Menlu Hassan Wirajuda dan Alwi Shihab, serta beberapa duta besar lainnya.
Javad mengatakan, 'zero sum game' hanya menumpahkan kekerasan dan perang. Sementara, perspektif baru mengenai 'win-win solution' akan memunculkan kedamaian dan stabilitas kerjasama antar negara.
Javad mengatakan, negaranya menyambut baik rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Hal ini terkait pemilihan di sana dan merupakan kesempatan baik.
"Ekstrimis Taliban adalah kekhawatiran yang tidak hanya untuk Afghanistan tetapi juga negara-negara tetangga dan seluruh dunia," ucapnya.
Dia juga menyebut, masyarakat Suriah seharusnya bebas untuk memilih masa depan negaranya yang sedang krisis. Hal itu dilakukan tanpa adanya campur tangan negara atau pihak lain.
(dha/mad)










































