"Dia terakhir kali hubungi saya jam 13.32 WIB. Dia hubungi saya karena saya minta dia melakukan sesuatu. Kemudian dia telepon. Mah udah ya. Kemudian dia menanyakan letak suatu barang untuk yang membantu di rumah kami," kata Elisabeth usai pemakaman di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014).
Setelah itu, Elisabeth mengontak anak tunggalnya tersebut sekitar pukul 15.41 WIB, namun tidak diangkat. Belum ada kekhawatiran pada titik ini karena ibunda menduga Sara masih tidur, mandi atau mengerjakan sesuatu.
"Biasanya pula nggak lama kemudian dia akan menghubungi. Cuma saya tetap berpikir positif," imbuhnya.
Tak lama kemudian, suami Elisabeth, Suroto, hendak menjemput Sara. Sayangnya, berkali-kali dihubungi, mahasiswi Universitas Bunda Mulia itu tak aktif ponselnya.
"Kita berpikir baterei HP habis. Tapi biasanya kalau baterei habis dia pinjam HP temannya ngasih kabar ke kami berdua, tapi ini nggak. Dari situ kita sangat khawatir," ceritanya.
Akhirnya, ayah Sara mencari ke teman-teman yang ikut les bahasa Jerman di Goethe Institute. Hingga akhirnya kabar pembunuhan ini terkuak.
(mad/nrl)











































