Kezia, rekan SMA Sara, sempat berkomunikasi dengan Hafitd lewat BBM pada Selasa pukul 22.32 WIB. Saat itu Kezia bertanya apakah Hafitd mengetahui keberadaan Sara.
"Dia malah panik dan balik tanya Sara pergi ke rumah temannya atau bagaimana," kata Kezia yang berada di SMA 36, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014). Sara, Sifa dan Hafitd berasal dari SMA yang sama.
Karena Hafitd sepertinya tak tahu mengenai kondisi Sara, Kezia menjelaskan bahwa Sara hilang di Gondangdia. "Dia malah tanya di BBM itu serius?" katanya.
Sandiwara Hafitd berlanjut. Dia berpura-pura tak tahu dan bertanya apakah Sara hilang atau diculik. Dia juga mengaku tak pernah ada masalah dengan Sara.
"Dia mengaku tak pernah ada masalah sama sekali dengan Sara. Tapi ini sepertinya tulisan Sifa deh, jadi mungkin saja saat itu dia lagi bersama Sifa," katanya.
Sara dibunuh pada Senin (3/3) lalu oleh Hafitd dan Sifa. Saat itu ketiganya bertemu di Gondangdia, lalu Sara dibunuh di dalam mobil Kia Visto.
Jenazah Sara dibuang di pinggir Tol Bintara KM 49. Jenazahnya ditemukan petugas PT Jasa Marga pada Rabu (5/3) pukul 06.30 WIB. Semula jenazah itu diduga korban tabrak lari. Namun setelah dicocokkan sidik jarinya dengan e-KTP, terungkaplah identitas Sara dan tragedi yang terjadi.
(nal/nrl)











































