Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengakui jumlah pengaduan terkait penipuan melalui pesan singkat SMS mengalami peningkatan. Penipuan lewat BBM awalnya juga dari SMS. Meski belum mengetahui cara modus penipuan lewat BBM, Adita mengecam keras.
“Saya mesti cek bagian customer soal modus penipuan BBM ini. Yang pasti kami melakukan serangkaian upaya mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpancing, lebih waspada, dan cerdas menyikapi modus penipuan,” ujar Adita kepada detikcom, Kamis (06/03/2014).
Dia menjelaskan selama ini modus penipuan sebagian besar dilakukan lewat pesan singkat. Sejak empat tahun lalu, Telkomsel juga sudah membuka layanan SMS 1166 sebagai sarana pengaduan penipuan.

Selain itu, Adita juga mengimbau agar pelanggan mengunjungi Grapari Telkomsel terdekat agar bisa langsung berkonsultasi.
Diakuinya, penipuan yang berawal dari SMS cukup banyak dan sulit dipantau karena jumlah nomor aktif semakin meningkat setiap tahunnya. Apalagi kalau penipuan itu dilakukan dengan modus lewat perangkat BBM yang lebih sulit terdeteksi.
Persoalan tersebut hanya bisa diketahui dan diantisipasi oleh masyarakat pelanggan sendiri. Karena menurut dia, kalau penipuan lewat BBM dengan kepemilikan nomor pin BlackBerry bukan merupakan wewenang Telkomsel.
Adapun pelanggan Telkomsel yang menggunakan smartphone BlackBerry mencapai sekitar 10 juta pelanggan. “Kalau dari sisi operator yang kami lakukan memblokir nomor yang melakukan penipuan jika nomor tersebut terbukti melakukan penipuan. Adapun pin BB bukan merupakan domain kami,” ujarnya menjelaskan.
(hat/brn)











































