"Kata siapa? Saya cepat lupa," elak Sidarto saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (7/3/2014).
Sidarto terus mengelak saat dicecar. Dia berkali-kali menegaskan pertemuan itu hanya silaturahim biasa.
"Tadi itu hanya silaturahim. Ngobrol ngalor-ngidul," ujar pria yang pernah jadi ajudan Presiden Soekarno ini.
Kunjungan tersebut memicu spekulasi politik yang cukup ramai. Antara lain kabar bahwa utusan Mega tersebut menyampaikan pesan soal rencana deklarasi pencapresan Jokowi. Isu santer yang beredar deklarasi pencapresan Jokowi bakal digelar H-6 Pileg atau sebelum masa tenang Pileg.
(trq/van)











































