Pertanyaan ini masih belum terjawab hingga kini. Beragam nama muncul ke permukaan. Namun Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana berujar ada satu calon yang ia rasa pas untuk jadi wakil Ahok kelak.
“Kalau umpamanya terjadi (Jokowi jadi presiden), saya kepengen Boy Sadikin untuk dampingi Ahok,” kata dia kepada detikcom ketika dimintai pendapatnya, Kamis (06/03/2014). “Insya Allah PDIP mendorong dia dan DPRD akan menyetujuinya,” dia melanjutkan.
Menurut pria yang akrab di sapa Haji Lulung ini, Boy Sadikin punya kepribadian yang baik. “Dia jujur dan sangat dinamis. Di DPRD yang paling baik ya beliaulah,” ungkapnya.

Lulung tidak khawatir karakter Boy nantinya akan berseberangan dengan Ahok. Sepanjang, kata dia, keduanya tetap berpegang pada keputusan konstitusi dan menganggap bahwa jabatan adalah amanah rakyat.
Adapun Haji Lulung menyanggah ketika ditanya apakah dia berminat untuk mendampingi Ahok. “Enggak boleh, kan nanti itu partainya tetap pemenang pemilu, tetap PDIP dan Gerindra,” kata politisi PPP ini.
Lebih lanjut, Lulung menyebut hubungannya kini dengan Ahok tidak lagi panas. “Biasa saja, hubungan antara legislatif dan eksekutif biasa, bagus kok, baik,” akunya.
Lulung ogah dibilang selalu ada di pihak yang berseberangan dengan Ahok. Baru-baru ini mereka sempat memanas ketika Lulung mengkritisi kalimat Ahok yang menyatakan 'sampai kiamat pun Kampung Pulo akan tetap banjir karena warga tinggal di bantaran sungai'.
"Itu saya bilang bukan berseberangan tapi dia (Ahok) gak mau dikritik. Kayak (banjir) Kampung Pulo kemarin, saya kritik, dia bilang saya cari kesalahan dia. Mana nyambung sih," Lulung menuturkan.
Jadi, Lulung meneruskan, ia tidak mau kalau terus berdebat dengan Ahok yang tidak substansial. "Bukan saya lebih pintar, dia lebih pintar barangkali dari saya, tapi bagaimana kita membahas segala persoalan itu yang substansif,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI dari Partai Keadilan Sejahtara Igo Ilham enggan mengomentari kemungkinan peluang Ahok menggantikan Jokowi. "Pilpres aja belum. Kan Jokowi juga belum pasti maju,” kata Igo kepada detikcom, Rabu (05/03).
(ros/brn)











































