"Dibukanya di Istana Bogor oleh Presiden SBY tanggal 7 Maret 2014," kata anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuty Alawiyah dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2014).
Pembukaan Kongres Muslimah Indonesia, demikian tajuk acara itu, akan dihadiri pula oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, Mendikbud M Nuh, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Ketua MUI Din Syamsudin. Organisasi muslimah yang akan ikut antara lain Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, MUI, ICMI dan HMI.
Kongres itu bertema "Revitalisasi dari peran muslimah Indonesia menghadapi globalisasi" dilihat dari sisi peluang atau ancaman. Tuty juga menjelaskan akan ada hal-hal politik yang dibahas.
"Ada, yaitu pemilu, mendorong supaya tidak golput. Mengenai polwan berjilbab akan dibicarakan juga, sudah kirim surat ke Kepolisian, mengenai masalah Polwan berjilbab masih dalam proses," tutur Tuty.
Sedangkan panitia kongres, Welly A Safitri mengatakan nanti juga akan dibahas caleg muslimah. "Kenapa tidak? 50 persen orang Indonesia adalah wanita dan sebagian besar muslimah. Politik untuk wanita tidak haram, tapi masih ada yang melihat wanita haram berpolitik, tapi tidak ada ayat," jelas Welly.
(nwk/nrl)










































