Karakter Mirip Ali Sadikin tapi Ahok Diminta Agak Luwes

Ahok Siap Gantikan Jokowi

Karakter Mirip Ali Sadikin tapi Ahok Diminta Agak Luwes

- detikNews
Kamis, 06 Mar 2014 14:18 WIB
Karakter Mirip Ali Sadikin tapi Ahok Diminta Agak Luwes
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Jakarta - Ari Junaedi teringat nama Ali Sadikin saat ditanya tentang sosok Gubernur DKI Jakarta yang ideal. Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia ini mengatakan Ibu Kota memerlukan sosok pemimpin yang keras dan tegas.

Karakter ini menurut dia diperlihatkan oleh Gubernur Ali Sadikin yang dianggap berhasil memimpin Jakarta. Namun dalam perkembanganya, gaya kepemimpinan Bang Ali, tidak bisa diterapkan di kota berpenduduk 10 juta lebih ini.

Apalagi saat ini karakter masyarakat Jakarta sangat majemuk dengan beragam persoalan. Sehingga menurut Ari, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus mengubah model kepemimpinan dan gaya komunikasi jika nantinya menggantikan Jokowi sebagai Gubernur Jakarta.

“Contoh kayak Ahok mengeluarkan statement keberatan di media massa soal permintaan warga kampung Pulo yang ingin ganti rugi tanah Rp 3 juta per meter. Kalau beliau jadi pejabat gubernur ya harus bijak bersikap karena dilihat masyarakat,” kata Ari kepada detikcom Rabu (5/3) kemarin.

Ari mengakui karena karakter Ahok, kepemimpinan Jakarta bersama Jokowi sejauh ini cukup bagus karena saling melengkapi. Persoalan birokrat yang semrawut bisa berkurang karena sikap tegas Ahok dan Jokowi.

Dia mencontohkan, sikap Ahok saat menghadapai semrawutnya pengadaan bus Transjakarta. Ancaman dengan pembuktian penyelidikan masalah hingga pencopotan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menjadi salah satu bukti ketegasan Ahok.

Belum lagi ketika Ahok mengancam jajaran kepala dinas yang membuatnya geram karena anggaran belanja ketahuan diutak atik. “Sikap ini diperlukan untuk menghadapi mental birokrat kayak seperti operasional busway. Itu kan jadi shock terapy bagi pelaku korupsi di Pemprov DKI. Tapi, jangan disamakan kalau menghadapi masyarakat kecil,” kata dia.

Sementara pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Wiwi Zuhro menyebut karakter dan pola pikir Ahok sulit diubah dalam sekejap. Namun, sikap Ahok seperti bicara ceplas ceplos dan mengumbar amarah di depan umum mesti diubah.

“Sebagai pemimpin daerah, gubernur dan wakil gubernur harus menunjukkan perilaku positif meneladani, tegas, dan jelas agar masyarakat simpati juga menghormati. Yang perlu dikurangi mungkin bicara sekenanya, mengumpat, dan ceplas ceplos,” kata Siti kepada detikcom Rabu (5/3) kemarin.

Peluang Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta terbuka setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dipastikan bakal mengajukan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Sesuai Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka Ahok akan menjadi orang nomor I di Jakarta.

“Aku mau jadi presiden saja siap, masak mau jadi gubernur enggak siap,” kata Ahok kepada detikcom di ruang kerjanya Rabu kemarin.


(hat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads