AS Tolak Keras Upaya Taiwan untuk Mengubah Nama

AS Tolak Keras Upaya Taiwan untuk Mengubah Nama

- detikNews
Selasa, 07 Des 2004 15:08 WIB
Jakarta - Pemerintah Taiwan berkeinginan untuk lebih meningkatkan penggunaan nama "Taiwan" daripada nama resmi pulau itu, Republic of China (ROC). Hal ini langsung mengundang reaksi negatif dari pemerintah Amerika Serikat.Pemerintah Washington meningatkan bahwa langkah itu akan merusak status quo dalam hubungan rumit Cina-Taiwan. "Pandangan kami mengenai hal itu adalah, sejujurnya, kami tidak mendukung mereka," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Adam Ereli seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/12/2004).Presiden Taiwan Chen Shui-bian telah berjanji untuk meningkatkan penggunaan "Taiwan," daripada nama resmi pulau tersebut yang mengacu ke Cina. Langkah Chen untuk mengubah nama misi-misi Taiwan di luar negeri dan perusahaan-perusahaan yang dikelola negara itu, sudah pasti akan memancing kemarahan pemerintah Cina. Beijing tetap mengklaim kedaulatan atas Taiwan, meski keduanya memiliki pemerintahan terpisah sejak timbulnya perang sipil antara kedua pihak. Cina bahkan mengancam akan menggunakan kekerasan untuk merebut kembali Taiwan jika pulau itu mengumumkan kemerdekaan resmi."Perubahan istilah untuk perusahaan-perusahaan yang dikuasai pemerintah atau kantor-kantor ekonomi dan kebudayaan di luar negeri tersebut, menurut pandangan kami, akan tampak seperti mengubah status Taiwan secara sepihak dan karena alasan itu kami tidak mendukungnya," tegas Ereli.Presiden Chen belum lama ini menyatakan bahwa dirinya tidak akan berupaya untuk merdeka penuh dari Cina. Namun Chen bersikeras untuk menggelar referendum pada tahun 2006 mengenai konstitusi baru, meskipun hal ini ditentang Washington dan Beijing.AS menerima sikap Cina bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya. Namun negeri Paman Sam juga bertekad untuk terus memasok alat-alat pertahanan jika keamanannya terancam. Hingga saat ini Washington tetap menjadi pemasok utama senjata bagi Taiwan. (ita/)


Berita Terkait