Begini Gaya Kerja Ahok Kalau Jadi Gubernur

Ahok Siap Gantikan Jokowi

Begini Gaya Kerja Ahok Kalau Jadi Gubernur

- detikNews
Kamis, 06 Mar 2014 11:50 WIB
Begini Gaya Kerja Ahok Kalau Jadi Gubernur
Jokowi saat mengajak Ahok blusukan bareng, Kamis, 27/02/2014. (Foto: Ray Jordan)
Jakarta - Sinyal pencalonan presiden Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi sudah semakin benderang. Ketika dia mengajak wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama blusukan sepekan lalu, para pengamat pemerintahan dan politik mengartikannya sebagai upaya Jokowi untuk mempersiapkan Basuki sebagai Gubernur menggantikan posisinya.

Alih-alih ikut cara Jokowi blusukan sana sini, Ahok –begitu Basuki biasa disapa– justru mengatakan ia akan menyiapkan strategi lain jika kelak menjadi orang nomor satu di Jakarta.

Ahok menyadari kondisi ibu kota yang mempunyai segudang persoalan mulai kemacetan, banjir, sampah, membuatnya tak bisa turun saban hari untuk mengecek ke lapangan.

Bekas Bupati Belitung Timur ini membeberkan pelajaran yang dipetiknya ketika blusukan bersama dengan Jokowi. "Masalah yang kita lihat itu memang penegakan hukum dan kesulitan untuk kontrol orang kita akan di mana-mana saja. Kita gak bisa lihat Satpol PP, Dishub, Satgas Air, Satgas Sampah kemarin,” kata Ahok ketika berbincang dengan detikcom di ruang kerjanya, Rabu (05/03/2014).



Salah satu strategi yang disiapkan Ahok yakni merancang sistem sehingga ia bisa dengan mudah mengontrol posisi dan pekerjaan perangkat dinasnya di lapangan. “Kita ingin pasang pakai android yang memungkinkan saya bisa memonitor mereka. Jadi kalau saya buka (android), saya bisa tahu nih, ke mana mereka. Saya lagi mau ciptakan barang-barang seperti itu,” ungkapnya.

Ahok mencontohkan, perangkat yang ia maksud antara lain mirip seperti waze.com. Saat ini, aplikasi tersebut sudah bisa diunduh para pengguna telepon pintar berbasis android. Para pengguna bisa mendapat informasi, meski saat ini baru sebatas tentang posisi.

“Waze kan sudah lama. Kita ingin dengan sistem itu nanti, semua Satpol PP bisa bisa kelihatan, kita tahu di mana posisi dia, lagi ngapain. Laporan seperti itu yang kita inginkan. Nanti semua anggota kita masukin ke situ,” ujar Ahok menguraikan.

Bagi mantan anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat ini cara tersebut dianggapnya lebih efektif. "Kan (blusukan) sudah dijalanin sejak sama beliau (Jokowi) dan saya sudah tahu semua."

Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia Ari Junaedi berpandangan seandainya Ahok nanti memang menggantikan Jokowi, maka Ahok harus punya wakil yang bisa mengimbangi karakternya.

Menurutnya, karakter wakil yang diperlukan Ahok adalah seperti sosok Jokowi. Karena kalau sama seperti Ahok yang keras dan ceplas ceplos tidak akan bisa saling melengkapi. Malah kalau sama-sama punya karakter keras, Ari memprediksi bakal saling menjatuhkan.

Ari juga berpendapat meski ditinggal Jokowi, dia yakin master plan pembangunan ibu kota bakal terus berlanjut. Menurutnya, Jokowi dan Ahok sudah seperti dwi tunggal yang meski berpisah, rencana awal yang diprioritaskan akan terus berlanjut.




(ros/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads