Berikut fakta-fakta ledakan seperti diungkapkan Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Surapati, dalam jumpa pers di kawasan Dok Koja Bahari 1 yang berada di seberang Pondok Dayung, Rabu (5/3/2014), dan Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, dalam jumpa pers di RS AL Mintohardjo, Benhil, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014), seperti dirangkum detikcom, Kamis (6/3/2014):
|
|
1. Korban dari TNI 87 Orang
|
|
Imam naik pangkat Serka Anumerta dan dimakamkan di TPU Perwira, Bekasi Utara, Kamis siang ini. Satu orang lagi yaitu Serka Midi mendapat perawatan intensif di ruang ICU.
1. Korban dari TNI 87 Orang
|
|
Imam naik pangkat Serka Anumerta dan dimakamkan di TPU Perwira, Bekasi Utara, Kamis siang ini. Satu orang lagi yaitu Serka Midi mendapat perawatan intensif di ruang ICU.
2. Ledakan Dahsyat
|
|
"Betapa sangat dahsyat ledakan itu," kata Untung.
2. Ledakan Dahsyat
|
|
"Betapa sangat dahsyat ledakan itu," kata Untung.
3. Banyak Senjata Berterbangan
|
|
"Jadi ada (senjata) SS1, MG5, pistol, beterbangan," kata Untung.
3. Banyak Senjata Berterbangan
|
|
"Jadi ada (senjata) SS1, MG5, pistol, beterbangan," kata Untung.
4. Beda dengan Insiden Tahun 1984
|
|
"Beda dengan gudang amunisi yang meledak tahun 1984 di Cilandak," kata Untung.
Sejumlah argumen disampaikan Untung sebagai bukti perbedaan tersebut. Pertama, Pondok Dayung adalah daerah tertutup. Tidak boleh ada kalangan sipil atau prajurit di luar Pasukan Katak yang masuk ke lokasi. Dengan demikian, korban hanya berasal dari kalangan TNI. Ini berbeda dengan insiden tahun 1984 yang menelan korban cukup banyak dari kalangan sipil karena lokasi gudang yang berdekatan dengan rumah penduduk.
Argumen kedua dari segi senjata. Menurut Untung, di gudang amunisi tersebut hanya terdapat senjata ringan, mulai dari pistol dan senjata lainnya. Tentu saja ini berbeda dengan tragedi 1984, di mana saat itu banyak roket dan senjata berat lainnya yang beterbangan di udara.
"Saya jamin tidak sama. Di gudang amunisi ini beda dengan Cilandak. Saya berani memastikan tidak ada efek lanjutan dari amunisi yang meledak," tegasnya.
Tragedi gudang peluru di Cilandak menewaskan belasan warga sipil.
4. Beda dengan Insiden Tahun 1984
|
|
"Beda dengan gudang amunisi yang meledak tahun 1984 di Cilandak," kata Untung.
Sejumlah argumen disampaikan Untung sebagai bukti perbedaan tersebut. Pertama, Pondok Dayung adalah daerah tertutup. Tidak boleh ada kalangan sipil atau prajurit di luar Pasukan Katak yang masuk ke lokasi. Dengan demikian, korban hanya berasal dari kalangan TNI. Ini berbeda dengan insiden tahun 1984 yang menelan korban cukup banyak dari kalangan sipil karena lokasi gudang yang berdekatan dengan rumah penduduk.
Argumen kedua dari segi senjata. Menurut Untung, di gudang amunisi tersebut hanya terdapat senjata ringan, mulai dari pistol dan senjata lainnya. Tentu saja ini berbeda dengan tragedi 1984, di mana saat itu banyak roket dan senjata berat lainnya yang beterbangan di udara.
"Saya jamin tidak sama. Di gudang amunisi ini beda dengan Cilandak. Saya berani memastikan tidak ada efek lanjutan dari amunisi yang meledak," tegasnya.
Tragedi gudang peluru di Cilandak menewaskan belasan warga sipil.
5. Ledakan karena TNT
|
|
Namun untuk suara dentuman besar, dugaan mengarah ke bahan peledak TNT (Trinitrotoluene).
"Di sana bukan hanya gudang amunisi ringan, tapi juga ada cadangan bahan peledak, TNT. Ini yang barangkali efek ledakan dahsyatnya yang memakan korban," kata Untung.
Menurut Untung, gudang amunisi itu selalu diperiksa secara berkala. Sama halnya dengan kebersihan di toilet, ada checklist yang harus dipenuhi oleh tim inspeksi. Lalu, apa penyebab ledakan sebenarnya?
"Sedang penyelidikan. Pimpinan TNI AL sudah berkoordinasi dengan Kapolri membentuk tim bersama untuk mengusut secara detail apa penyebab ledakan itu," terangnya.
5. Ledakan karena TNT
|
|
Namun untuk suara dentuman besar, dugaan mengarah ke bahan peledak TNT (Trinitrotoluene).
"Di sana bukan hanya gudang amunisi ringan, tapi juga ada cadangan bahan peledak, TNT. Ini yang barangkali efek ledakan dahsyatnya yang memakan korban," kata Untung.
Menurut Untung, gudang amunisi itu selalu diperiksa secara berkala. Sama halnya dengan kebersihan di toilet, ada checklist yang harus dipenuhi oleh tim inspeksi. Lalu, apa penyebab ledakan sebenarnya?
"Sedang penyelidikan. Pimpinan TNI AL sudah berkoordinasi dengan Kapolri membentuk tim bersama untuk mengusut secara detail apa penyebab ledakan itu," terangnya.
6. Penyebabnya Arus Pendek
|
Google Earth
|
"Gudang amunisi ringan pasukan katak meledak diduga karena hubungan arus pendek. Ada kejadian kebakaran," ujar Laksamana Muda Iskandar Sitompul, Kapuspen TNI dalam jumpa pers di RS AL Mintohardjo, Benhil, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014).
Menurut Iskandar, seluruh anggota yang berada di gudang tersebut datang ke lokasi kebakaran. Nah saat akan memadamkan api, terjadilah ledakan.
"Saat mau padamkan api lalu meledak hingga korban banyak," ucapnya.
6. Penyebabnya Arus Pendek
|
Google Earth
|
"Gudang amunisi ringan pasukan katak meledak diduga karena hubungan arus pendek. Ada kejadian kebakaran," ujar Laksamana Muda Iskandar Sitompul, Kapuspen TNI dalam jumpa pers di RS AL Mintohardjo, Benhil, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014).
Menurut Iskandar, seluruh anggota yang berada di gudang tersebut datang ke lokasi kebakaran. Nah saat akan memadamkan api, terjadilah ledakan.
"Saat mau padamkan api lalu meledak hingga korban banyak," ucapnya.
Halaman 2 dari 14










































