Siap Jadi Gubernur DKI, Ahok Tak Akan Meniru Jokowi

Ahok Siap Gantikan Jokowi

Siap Jadi Gubernur DKI, Ahok Tak Akan Meniru Jokowi

- detikNews
Kamis, 06 Mar 2014 10:37 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Jakarta - Tak sari-sarinya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama keluar bersamaan dari gedung Balai Kota, pada Kamis, 27 Februari 2014 pukul 09.45 WIB lalu. Keduanya pun kompak mengenakan batik warna coklat bermotif flora.

“Ayo jalan. Kita ke lapangan,” kata Gubernur Joko Widodo kepada wartawan yang menunggu di teras Balai Kota. Basuki alias Ahok yang berada di sampingnya hanya tersenyum. Keduanya kemudian naik mobil Toyota Hiace warna putih. Di tengah guyuran gerimis hujan mereka meluncur menuju ke kawasan Banjir Kanal Barat (BKB).

Hari itu mereka menyusuri perumahan warga di Kalijodo, Jakarta Barat, kemudian ke lokasi pembangunan kampung deret di Petogogan, Jakarta Selatan. Kepada detikcom, Ahok mengaku blusukan bareng Jokowi pekan lalu atau persis saat 500 hari usia kepemimpinan mereka di Jakarta adalah yang pertama kali dilakukan.

Sebelumnya, Gubernur Jokowi biasanya blusukan sendiri. Karena memang sejak dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ada pembagian tugas di antara mereka. Ahok menangani urusan kantor, Jokowi lebih banyak mengurusi lapangan.

Ahok mengaku baru sempat blusukan bareng Jokowi pekan lalu karena memang masih ada persoalan administrasi di pemerintah provinsi yang harus dibenahi. Setelah dirasa siap, barulah keduanya pada Kamis lalu blusukan bareng.

“Pak Gubernur ingin mengetes saya, misalnya tentang alat berat yang kerja di sungai, saya komentar dan langsung sampaikan ke pak Gubernur, saya kan lagi bangun sistem yang bisa kita track, misalnya untuk tau mesin nyala jam berapa, kerjanya berapa jam. Pak Gub ingin tahu saya lakuin enggak apa yang saya back up,” kata Ahok kepada detikcom, Rabu (5/3) kemarin.

Soal blusukan, Ahok mengaku sebenarnya sudah lama ia lakukan bahkan sejak masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. “Soal selokan, aku langsung turun saja pakai seragam. Tiap ada kesempatan saya jalan, walaupun enggak tiap hari. Setelah itu balik kantor, kan di sana cepat, enggak ada macet, jadi cuma butuh beberapa jam saja,” kata dia.

Lalu mengapa setelah di DKI ia seperti ‘ogah’ turun blusukan lagi ke lapangan? “Kan enggak mungkin dua-duanya blusukan. Sekarang saya enggak pernah blusukan karena sudah ada pak Jokowi, ada yang gantiin saya blusukan. Kalau Belitung kan enggak ada,” kata dia.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya itu pun menjelaskan cara kerjanya memang berbeda dengan Jokowi. Dia berujar, memang perlu untuk mengecek langsung ke lapangan, tapi tak perlu dilakukan tiap hari.

“Bolehlah blusukan, tapi menurut aku enggak perlu tiap hari. Mau berapa pasar kita kunjungi, kita punya 153 pasar, enggak mungkin tiap hari juga (dikunjungi), makanya kita perlu bangun sistemnya,” kata pria berkaca mata itu.

Lantas, jika Jokowi resmi meninggalkan jabatannya untuk maju ke arena pemilihan presiden, Ahok yang kelak akan menggantikannya, berujar ia tidak akan meniru kebiasaan Jokowi. “Memangnya Gubernur DKI identik dengan blusukan? Itu kan hanya versi orang untuk pak Jokowi, kalau saya belum tentu,” kata dia.


Menurut dia blusukan tak harus dilakukan setiap hari. "Bisa satu bulan sekali, seminggu sekali bisa juga sama sekali enggak dalam sebulan. Kan sudah dijalanin sejak sama beliau dan saya sudah tahu semua," kata mantan anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat RI ini.


(erd/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini