Rencana BURT DPR 'Jalan-jalan' ke Luar Negeri Ditunda

Rencana BURT DPR 'Jalan-jalan' ke Luar Negeri Ditunda

- detikNews
Selasa, 07 Des 2004 13:10 WIB
Jakarta - Rencana studi banding Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ke luar negeri ditunda. Pasalnya, dana studi banding akan digunakan untuk mengirim pemantau pelaksanaan ibadah haji dari DPR.Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI Zaenal Maarif dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR Jl. Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (7/12/2004) siang."Kemarin surat usulan dari pimpinan BURT mengenai rencana studi banding ke luar negeri sudah diterima. Karena situasi mendesak, kami pimpinan DPR segera membicarakan efeknya. Meskipun sudah dianggarkan, studi banding ke luar negeri kita harap bisa ditunda karena momentumnya belum tepat," ujar Zaenal.Zaenal menambahkan, ada kebutuhan lain yang leih mendesak yaitu pemantauan pelaksanaan ibadah haji. "Ada pemikiran lain berkait perlunya sukarelawan pemantauan pelaksanaan ibadah haji dari DPR. Kita harap yang bersedia menjadi sukarelawan sekitar 30 orang, kurang lebih selama 15 hari memantau pelaksanaan haji. Ini penting karena adanya perubahan sistem pelayanan haji," paparnya.Untuk keperluan ini, kata Zaenal, dana yang akan digunakan adalah dana studi banding. "Maka sebagian dana BURT, kemungkinan Rp 1,2 miliar akan dialokasikan untuk pemantauan haji dengan saya sebagai ketuanya," Zaenal berujar.Menurut Zaenal, rencana ini sudah disetujui pimpinan DPR. "Hal ini sudah disepakati pimpinan DPR dan disampaikan ke pimpinan BURT. Besok akan bicara secara teknis dengan pimpinan Komisi VIII," imbuhnya.Perlu diketahui dana untuk BURT adalah sebanyak Rp 2,4 miliar. Sisanya, kata Zaenal akan dikembalikan. Sebelumnya, Sekjen DPR Faisal Djamal menyatakan dana untuk BURT hanya Rp 1,3 miliar. "Soal itu nanti akan dikoordinasikan lagi dengan Sekjen," demikian Zaenal. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads