"Itu klaim yang wajar-wajar saja, boleh saja, setiap pimpinan partai mendorong kader-kadernya bahwa hanya partainya yang bisa mencalonkan presiden, katakan itu hanya kompetisi psikologis saja," ujar TB Silalahi saat ditemui detikcom di sela Debat Konvensi Demokrat, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Rabu (5/3/2014).
TB Silalahi yang pernah menjadi koordinator pemenangan SBY sepuluh tahun lalu, mengakui pengalaman Demokrat yang hanya meraih suara di Pemilu 2004 sebesar 7 persen, bisa terdongkrak naik hingga memenangkan Pilpres 2004 yang mendudukan SBY sebagai presiden.
Sedangkan di Pemilu 2014 ini, lanjut Silalahi, bila masuk 3 besar pemenang Pemilu sudah patut disyukuri oleh kader-kader Demokrat.
"Waktu itu Golkar yang menang, tapi ketuanya jadi wapres kita, tidak bisa mencalonkan itu tidak penting, paling penting apakah capres itu dipilih semua rakyat, capres kita waktu itu 'darling' semua pihak, semuanya berebut untuk koalisi," pungkas TB Silalahi.
(mna/rmd)











































