Hubungan Mesra Hakim Puji dan Jumanto Ternyata Sejak 2002

Hubungan Mesra Hakim Puji dan Jumanto Ternyata Sejak 2002

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2014 21:20 WIB
Hubungan Mesra Hakim Puji dan Jumanto Ternyata Sejak 2002
Jakarta - Ada dua foto yang berukuran besar dan diberikan bingkai menunjukkan pelukan mesra hakim Puji Rahayu dan hakim Jumanto. Dua foto itu dipajang di apartemen hakim Jumanto di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Hal ini terungkap dalam sidang etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) di Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014). Dua foto tersebut dibuat di studio foto tahun 2002 silam.

"Diakui foto mesra bersama Jumanto yang dibuat khusus di studio foto dan dipajang di apartemen saudara Jumanto tanpa diketahui istri Jumanto adalah foto mereka berdua," kata ketua MKH Timur Manurung dalam sidang etik.

Hakim Puji tak dapat mengelak dan memohon maaf atas tindakannya tersebut. Namun ia mengaku tak tahu foto itu dipajang oleh hakim Jumanto.

"Terlapor (Puji) memohon maaf kepada majelis dan mengaku tidak tahu bahwa Jumanto sengaja memasang foto itu di apartemennya. Walau begitu diakui, foto itu dibuat khusus pada tahun 2002 di Medan dan 2007 di Rawamangun dengan gaya dalam foto seperti itu diakui sebagai hubungan khusus mereka," kata Timur.

Hakim yang menjanda itu kemudian mengakui foto, SMS, dan kebohongan untuk menutupi perselingkuhannya adalah kesalahannya. Menurutnya, kesalahan yang ia lakukan tak lepas dari kekhilafan seorang manusia.

"Hakim Puji menyatakan semuanya adalah kesalahannya bahwa foto yg tidak pantas, SMS tidak pantas, kebohongan lainnya, dan kesalahannya," ujar Timur.

Sementara terkait hak pensiun yang diberikan MKH kepada hakim Puji karena ada tiga anaknya yang masih kecil. Hakim Puji juga merawat ibunya yang sudah tua sehingga masih membutuhkan biaya tidak sedikit dalam bertahan hidup.

"Hakim terlapor (Puji) memohon dipertimbangkan 3 anaknya yang masih kecil dan masih merawat ibunya, yang sampai diberhentikan kepada Allah memohon ampun karena sebagai seorang manusia biasa yang khilaf," tutup Timur

(vid/rmd)


Berita Terkait