Hal itu diungkapkan Ganjar usai membuka rapat forum koordinasi pimpinan daerah Provinsi Jateng bertema "Terpeliharanya Stabilitas dan Kondusifitas Wilayah Provinsi Jateng Dalam Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014" di Gedung Gradhika Bakti Praja, Rabu (5/3/2014).
"Keputusan diambil bersama, kalau golput kita rugi, tapi saya hormati orang golput yang ideologis," kata Ganjar.
"Tapi enggak perlu mengajak (golput), karena mengajak ada hukumannya," tegasnya.
Menurut Ganjar, meski banyak pemilih yang belum mengenal calon legislatif, namun masyarakat sudah dianggap bisa menilai kualitas para caleg dan partai politiknya. Karena dari pengalamannya saat berdiskusi dengan mahasiswa, ada yang menyebutkan mengenal salah satu caleg namun tidak memilihnya karena track record yang buruk.
"Di level mahasiswa, ada yang mengaku kenal, tapi tidak memilih karena track record buruk. Masyarakat punya kemampuan untuk menilai itu," pungkas politisi PDIP itu.
Untuk menekan jumlah golput, lanjut Ganjar, partai politik harus bisa mengajak pemilih dengan menawarkan sesuatu dengan cara menarik. Parpol maupun caleg harus menyampaikan konsepsi seperti halnya apa yang akan dilakukan setelah menjabat.
"Kalau parpol tidak bisa menawarkan, calon tidak bisa menawarkan yang menarik, ya masyarakat tidak bisa tertarik. Hal itu bisa distimulus dengan kampanye," ujarnya.
(alg/rmd)










































