Menhut Sebut Pembakaran Lahan di Riau Terkait Budaya

Menhut Sebut Pembakaran Lahan di Riau Terkait Budaya

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2014 17:36 WIB
Menhut Sebut Pembakaran Lahan di Riau Terkait Budaya
Dok Detikcom
Pekanbaru - Tidak pernah tuntasnya masalah kebakaran hutan dan lahan di Riau dimungkinkan terkait budaya. Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Menhut Zulkifli Hasan kepada wartawan di Posko Tanggap Darurat di Markas Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (5/3/2014).

Zulkifli menyebutkan, sejak 5 tahun menjadi menteri kehutanan, persoalan asap imbas dari kebakaran hutan tak pernah terselesaikan. Setiap kemarau selalu terjadi pembakaran lahan dan hutan.

"Dengan demikian, pembukaan lahan dan hutan dengan cara dibakar sudah menjadi budaya di Riau. Budaya inilah yang mestinya dihilangkan," kata Menhut.

Bukan hal yang mudah untuk menghilangkan budaya membakar lahan tersebut. Sebab, dengan cara pembakaran dianggap paling efektif dan mudah untuk membuka lahan.

Dia mencontohkan, di saat kemarau, warga sengaja membakar kawasan. Setelah kawasan berhasil dibakar, pada musim hujan masyarakat mulai menanam. Dan yang paling digemari adalah membuka perkebunan kelapa sawit.

"Jadi saya sudah hapal betul soal budaya masyarakat yang main bakar ini. Padahal sesuai peraturan, tidak boleh membakar lahan. Dan lahan yang sengaja dibakar mestinya diambil alih pemerintah, pelakunya dihukum," kata Menhut Zulkifli.

Menhut mengakui, bukan hal yang mudah untuk menghilangkan kebiasaan yang sudah bertahun-tahun lamanya. Satu sisi ketika budaya membakar lahan itu ditiadakan, solusinya juga rumit.

"Ini memang problem yang terus menerus terjadi Riau. Ya mungkin kalau sudah hutan habis baru tak ada pembakaran lagi," kata Menhut.

Karena hal ini menyangkut budaya yang dianggap lumrah, menurut Menhut, pencegahan awal harus dilakukan. Harus ada pembinaan ke warga agar mereka tidak melakukan pembakaran.

"Pembakaran itu hanya menguntungkan sipemilik lahan. Tapi imbasnya banyak merugikan masyarakat, mulai penerbangan di bandara, warga sakit, dan banyak lagi imbas lainnya," kata Zulkifli.

(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads