"Selain popularitas dan elektabilitas, ada hal lain yang menentukan pencapresan seseorang, yaitu eligibilitas, bahasa populernya boarding pass. Dan yang punya boarding pass cuma dua, ARB dan Megawati Soekarnoputri," kata Ical saat berkunjung ke redaksi Trans TV, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (4/3) kemarin.
Pernyataan Ical ini langsung disambar oleh parpol lain yang berjuang memunculkan capres di Pilpres 2014 mendatang. Serangan perdana datang dari Partai Hanura. Partai Hanura menganggap Ical terlalu jumawa.
"Silakan saja, siapa pun boleh berpendapat, termasuk Pak Ical. Tapi kita lihat hasil pileg. Saat ini Hanura sangat optimis dapat mengantarkan pasangan Win-HT untuk maju berlaga dalam Pilpres," kata ketua DPP Hanura, Saleh Husin, kepada detikcom, Rabu (5/3/2014).
Setelah Hanura, serangan muncul dari Partai Demokrat yang masih menggelar konvensi capres. Wasekjen PD Ramadhan Pohan tegas menyebut Ical takabur. Selain itu juga datang serangan dari Partai Gerindra.
"Itu takabur! Mendahului takdir, dan merendahkan capres partai lain," kata Wasekjen Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2).
Wajar saja Ical panen serangan. Lantaran berdasar survei terkini, elektabilitas Ical berada di bawah Gubernur DKI Jokowi, capres Gerindra Prabowo Subianto, bahkan kadang juga di bawah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, meski di berbagai rilis survei dia juga unggul telak dari Jokowi.
Lalu apakah perhitungan Ical hanya dia dan Mega yang dapat boarding pass bakal terealisasi?
(van/try)











































