"Saya dibully lewat twitter itu biasa, orang memaki-maki saya itu juga biasa. Yang cinta baaaanget, juga ada," kata Hemas pada pertemuan dengan komunitas media sosial di Keraton Kilen Yogyakarta, Rabu (5/3/2014).
Baru 3 hari akun dibikin, @ratuhemas sudah difollow lebih dari 700 orang. Setiap jamnya follower terus bertambah. Ia memajang foto menggendong cucu sebagai postingan pertama.
Hemas mengaku sering mendapatkan kritikan di twitter. Namun, ia memahami kritikan-kritikan tersebut sebagai kritik untuk membangun. Kritik tersebut sangat dibutuhkan sehingga langkah selanjutnya akan lebih positif.
Menurut Hemas yang juga Wakil Ketua DPD RI ini, media sosial seperti twitter, facebook dan lainya harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Bukan sekedar untuk cari popularitas calon.
Media sosial juga dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu, apabila digunakan secara berkala. Sehingga dapat juga menekan angka golput.
"Tapi sayang, belum ada pemanfaatan media sosial secara aktif untuk sukseskan Pemilu. Padahal Twitter dan Facebook itu banyak peminatnya, terutama kalangan muda," tutup istri Sri Sultan HB X ini.
(try/try)










































