"Lebih keras dari gempa, tiga kali ledakan, getarannya terdengar hingga di luar pelabuhan," kata seorang mandor bongkar muat dari PT Kirana Jaya, Hasanuddin, saat ditemui di RS Port Medical Center, Jl Enggano, Jakut, Rabu (5/3/2014).
Saat kejadian, Hasanuddin mengaku berdiri 200 meter dari lokasi ledakan. Sementara tiga anak buahnya berjarak 100 meter dari gudang amunisi. Kala itu, mereka sedang membongkar muat peti kemas. Posisi mereka terpisah oleh tembok tinggi.
Menurut Hasanuddin, ada tiga anak buahnya yang terluka akibat kena serpihan ledakan. Mereka terkena luka di bagian kaki dan kepala. Ketiganya masih dirawat di RS Port Medical Center.
"Sempat kelihatan api besar waktu kejadian," terangnya.
(kff/mad)











































