Di Depan SBY, Rescue Khusus Basarnas Beraksi Selamatkan Kapal Terbakar

Di Depan SBY, Rescue Khusus Basarnas Beraksi Selamatkan Kapal Terbakar

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2014 12:27 WIB
Di Depan SBY, Rescue Khusus Basarnas Beraksi Selamatkan Kapal Terbakar
Jakarta - Badan SAR Nasional‎ kini mempunyai satuan rescue khusus untuk penyelamatan korban bencana dan kecelakaan. Satuan baru ini, baru saja menggelar aksi simulasi di depan Presiden SBY.

Aksi simulasi yang digelar menceritakan tentang misi penyelamatan kapal laut terbakar di selat sunda. Aksi simulai yang di gelar di dekat pelabuhan Merak, Banten, Selasa (5/3/2014), ‎dimulai ketika Kapal KM Viktor dilanda kebakaran di selat sunda.

Pihak Basarnas pun mendapat laporan tentang kecelakaan kapal tersebut. Kepala Basarnas Letjend TNI Marini M Alfan Bahraudin langsung melakukan koordinasi dengan satuannya untuk misi penyelamatan.

Tak lama kemudian, Basarnas menurunkan satuan khususnya lewat udara dengan cara terjun payung. Dari pesawat cassa milik Basarnas, dijatuhkan pula perahu karet atau rubber duck. Jumlah penerjun ada 7 orang yang berasal dari kantor Basarnas masing-masing daerah.

Setelah itu, datanglah kapal laut milik SAR yang bernama KN 224. Kapal laut berperan sebagai komando penyelamatan di perairan. Dari kejauhan terlihat ada korban luka akibat kebakaran, namun penyelamatan itu sulit dilakukan. Alhasil Basarnas menurunkan Helikopter Dolphin untuk evakuasi korban luka lewat jalur udara.

Terlihat heli itu menurunkan tali dan mengangkat penumpang yang luka tersebut. Sementara itu, kondisi di laut juga tak kalah penting, beberapa penumpang ada yang nekat menceburkan diri dan sebagian ada yang terluka di laut. Basarnas pun langsung menerjunkan kapal cepatnya dan menyelamatkan korban tersebut.

Setelah semua dievakuasi para penumpang pun dilarikan ke dermaga, korban luka langsung dievakuasi pakai ambulance. Setelah itu, kapal pemadam memadamkan kobaran api kebakaran.

Kepala Basarnas M Alfan Baharudin mengatakan satuan khusus Rescue ini memiliki keahlian di darat, air dan udara. "Keterampilan mereka dan tenaga mereka akan digunakan di dalam negeri dan luar negeri," pungkasnya.

(rvk/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads