"Saya rasa ungkapan Pak Ical itu harus dipertanyakan. Apabila Ical mengatakan sebagai capres, tentu tidak bijaksana karena harus melihat perkembangan situasi sekarang. Yang dilakukan capres lain juga sebangun dengan apa yang dia lakukan," kata Ketua DPP Hanura Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati di Gedung DPR, Senayan, Jakpus, Rabu (5/2/2014).
Politisi yang biasa dipanggil Nuning itu menuturkan bahwa partai yang lolos presidential threshold baru bisa terlihat setelah Pileg pada 9 April 2014. Ia meminta agar Ical tak besar kepala dulu.
"Jangan menyombongkan diri dulu karena dinamika politik menjelang Pileg juga fluktuatif. Kita juga harus hitung swing voters 30%. Bagaimana Pak Ical memastikan tidak ada yang pindah hati. Beliau hanya berandai-andai," ujar anggota Komisi I DPR ini.
Ical sebelumnya merasa percaya diri telah menggenggam boarding pass untuk Pilpres 2014 mendatang. Boarding pass yang dimaksud Ical adalah perolehan suara di atas ambang batas parpol bisa mengusung capres, atau dikenal dengan istilah Presidential Threshold (PT). Dia yakin hanya Golkar dan PDIP yang bisa memenuhi PT, yaitu meraih minimal 20% kursi DPR atau 25% suara nasional.
(trq/trq)











































