Isi Kuliah Umum di Unhas, Irman Gusman Singgung Pencapresannya

Isi Kuliah Umum di Unhas, Irman Gusman Singgung Pencapresannya

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 17:59 WIB
Isi Kuliah Umum di Unhas, Irman Gusman Singgung Pencapresannya
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar - Ketua DPD RI Irman Gusman mengisi kuliah umum dengan tema 'Menuju Negara Adidaya: Membangun Daerah Membangun Republik' di depan seratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (4/2/2014). Irman didampingi Rektor Unhas Idrus Paturusi dan anggota DPD dari Sulsel, Bahar Ngitung.

Dalam kuliahnya, Irman memaparkan kesenjangan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Pembangunan terpusat di Jawa dan Sumatera sebesar 80 persen dari total keseluruhan anggaran pembangunan. Selain itu salah satu peserta konvensi Partai Demokrat ini juga menyinggung ketimpangan pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang hanya sebesar US 4.900. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan negeri tetangga Malaysia yang besarnya USD 16.000 per tahun.

"Indonesia adalah negeri kaya, secara makro ekonominya peringkat ke-16 dunia atau ketiga di Asia di bawah Cina dan India, tapi mengapa masih ada kesenjangan, saya percaya tidak ada negara miskin, yang ada hanya ada negara salah urus," ujar Irman.

Irman juga mengkritik sentralisasi sektor-sektor vital di pulau Jawa, seperti penempatan BUMN-BUMN, perbankan dan sarana pendidikan. Irman berjanji jika terpilih sebagai presiden, pria kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat, 52 tahun silam ini, berencana akan memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan.

Sementara Rektor Unhas Idrus Paturusi meminta mahasiswanya tidak golput dalam Pemilu mendatang. Idrus memperkenalkan sosok Irman sebagai putra dari daerah yang berhasil mengorbitkan namanya sebagai tokoh nasional di usia yang masih muda.

"Pak Irman itu seperti buah yang tidak terlalu masak atau tidak terlalu mentah, pas matangnya jadi enak dimakan. Trackrecord-nya cemerlang, kualitas nyata bisa diandalkan untuk menjadi pemimpin," ujar rektor Unhas dua periode ini.

(mna/try)


Berita Terkait