Dirut Pertamina Berbelit Soal BAP, Hakim: Kalau Tak Benar, Bisa Ditahan!

Sidang Suap SKK Migas

Dirut Pertamina Berbelit Soal BAP, Hakim: Kalau Tak Benar, Bisa Ditahan!

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 15:44 WIB
Dirut Pertamina Berbelit Soal BAP, Hakim: Kalau Tak Benar, Bisa Ditahan!
Jakarta - Dirut Pertamina Karen Agustiawan berbelit ketika dikonfirmasi soal berita acara pemeriksaannya di KPK. Karen dicecar soal komunikasi adanya permintaan duit THR dari DPR.

Hakim anggota Anwar membacakan BAP yang berisikan jawaban Karen soal adanya permintaan uang oleh Waryono Karno saat menjabat Sekjen Kementerian ESDM. Namun Karen tidak menjawab tegas. "Mohon maaf yang mulia sebagai saksi saya hanya ingin menjelaskan apa yang saya alami sendiri," jawab Karen di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/3/2014).

Hakim Anwar juga menanyakan keterangan Karen soal laporan dari Direksi Pertamina Pertamina yaitu Afdal Bahaudin dan Hanung Badya soal pemanggilan oleh anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Jhonny Allen Marbun.

Bahkan pertanyaan yang sama juga diajukan hakim ketua Amin Ismanto. "Saudara pernah dilaporin oleh Afdal dan Hanung dipanggil oleh Jhonny Allendan Sutan Bhatoegana. Pernah nggak dilapori?" tanya hakim Amin.

Karen menjawab seadanya, "Pada saat itusaya masih belum," ujar Karen langsung dipotong hakim.

Kembali ditanya, Karen sempat terdiam sejenak. "Saudara nggak usah berpikir. Pertanyaan saya pernah ngga?" desak hakim. Karen langsung membantah adanya laporan.

Sesaat kemudian hakim anggota Matheus Samiaji menjelaskan resiko bila saksi memberi keterangan palsu. "Setelah disumpah itu ada akibat hukumnya kalau saksi memberikan keterangan yang tidak benar. Setidak-tidaknya dikenai sumpah palsu," jelas Matheus.

Dia menegaskan majelis hakim memilki kewenangna untuk menetapkan status saksi. "Majelis bisa menetapkan saksi memberikan keterangan yang tidak benar langsung ini ditetapkan langsung ditahan karena memberi sumpah palsu," tegasnya.

Matheus meminta Karen memberi keterangan benar. "Kalau jadi saksi asal apa adanya yang diterangkan itu beribadah dapat pahala. Tapi kalau sebaliknya ambil resiko namanya. Karena bisa mulai ditetapkan itu ngga pulang lagi ke rumah. Saya nyatakan tidak menakut nakuti tapi saya hanya mengingatkan," tutur Matheus

(fdn/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads