"Yang direlokasi ada sekitar 11 WNI, sebagian besar WNI di sana tinggal di Kiev (Ibu Kota Ukraina)," ucap Marty di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Marty juga telah melapor ke Presiden SBY terkait kondisi WNI di Ukraina. Dia menjelaskan pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah supaya tidak jatuh korban dari pihak WNI.
β"Kita juga ambil langkah antisipatif WNI kita di Ukraina yang totalnya kurang lebih 60 orang, sudah saya laporkan ke Bapak Presiden. Antara lain, bagi warga kita yang non esensial, misalnya keluarga-keluarga, KBRI kita akan kelola untuk bisa direlokasi," ungkap Marty.
Adapun 11 WNI yang sudah direlokasi dipindah ke negara tetangga Ukraina yang situasinya lebih kondusif. Marty menjelaskan, untuk diplomat RI di Ukraina, saat ini masih berada di sana dan menjalankan tugasnya.
"(Diplomat) tetap di sana dan tetap bekerja," ucapnya.
Bentrokan terjadi di Ukraina menyusul upaya invansi Pemerintah Rusia. Kedua negara yang dahulu tergabung dalam Uni Soviet itu kini telah menyiapkan pasukan militernya masing-masing untuk memperebutkan wilayah otonom di Ukraina yaitu Crimea.
(rvk/vid)











































