Dirut Pertamina Dicecar Soal Permintaan Duit dari Sekjen ESDM

Sidang Suap SKK Migas

Dirut Pertamina Dicecar Soal Permintaan Duit dari Sekjen ESDM

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 15:08 WIB
Dirut Pertamina Dicecar Soal Permintaan Duit dari Sekjen ESDM
Jakarta - Dirut Pertamina Karen Agustiawan dicecar soal keterangannya mengenai permintaan duit dari Waryono Karno yang saat itu menjabat Sekjen Kementerian ESDM. Permintaan duit ini terkait dengan THR anggota DPR.

Anggota majelis Anwar mempertanyakan jawaban Karen pada nomor 26 di BAP. Dalam BAP itu, Karen mengatakan kepada penyidik bahwa Waryono ikut meminta uang melalui Direksi Pertamina yaitu Afdal Bahaudin dan Hanung Badya.

"Permintaan uang terkait dengan DPR ini bagaimana? Saudara sampai tahu cerita ini?" tanya hakim Anwar dalam persidangan dengan terdakwa Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/3/2014).

Karen tak menjawab pertanyaan hakim. Dia malah menegaskan posisinya sebagai saksi hanya menerangkan peristiwa yang dialami sendiri.

"Mohon maaf yang mulia, sebagai saksi, saya hanya ingin menjelaskan apa yang saya alami sendiri," tutur Karen.

Berikut tanya jawab Hakim Anwar (H) dengan Karen (K)

H: Ini BAP saudara, yang saya baca keterangan saudara
K: Ya saya sudah luruskan bahwa saya tidak bisa memberikan keterangan yang tidak saya alami sendiri maupun saya lihat. Selama ini memang tidak pernah ada permintaan dari komisi VII maupun Banggar DPR ke saya.

H: Terus ini keterangan siapa kalau begini? Ini kan saudara punya keterangan. Ini saya tuntaskan saja (membaca BAP), saya ulang, 'Saya (Karen) mengatakan iya, selain Rudi, ada orang yang lain, yang pernah meminta uang kepada Pertamina yaitu Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno pernah meminta uang kepada direksi. Seingat saya, melalui Afdal dan Hanung permintaan uang terkait dengan pembayaran THR untuk anggota DPR tahun 2013 dan oleh menteri ESDM Jero Wacik juga untuk anggota DPR. Seingat saya untuk THR, saya ganti dengan iya. Ini rinci keterangan saudara.

H: Ini bukan keterangan saudara?
K: Itu saya luruskan, saya tadi sudah sampaikan, saya harus luruskan semua yang tidak saya alami atau tidak saya lihat sendiri.

H: Ini keterangan siapa?
K: Saya Pak, tapi saya tidak alami sendiri.

H: Kenapa saudara beri keterangan begini? Ini rinci 2 halaman keterangan saudara. Termasuk 2011, Hanung dipanggil Johnny Allen anggota DPR untuk datang ke komisi VII ke salah satu ruangan. Saya waktu itu tidak tahu ada rapat. Ini rinci. Apa saudara dikasih data?
K: Saya sebagai saksi segala sesuatu yang tidak saya alami...

H: Ini rinci, kenapa saudara jelaskan?
K: Yang mulia saya sudah luruskan berita acara tapi bukan untuk berita acara Pak Rudi, (untuk) berita acara Waryono.

H: Ini kan jadi bingung, kenapa disebut? Anda menuangkan dalam BAP ini jadi masalah.

(fdn/vid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads