Kabut Asap Masih Mengancam, Masker Laris Manis di Riau

Kabut Asap Masih Mengancam, Masker Laris Manis di Riau

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 12:31 WIB
Kabut Asap Masih Mengancam, Masker Laris Manis di Riau
Foto: Chaidir A Tanjung/detikcom
Jakarta - Setiap ada musibah, pasti ada berkah. Gara-gara kabut asap selama beberapa waktu terakhir, masker laris manis.

Pino (40) pedagang masker yang mangkal di Jl Arifin Achmad, Pekanbaru misalnya. Sudah sebulan ini, dia beralih sebentar dari berjualan mainan anak-anak ke jualan masker. Dagangannya lumayan laku. Apa lagi saat pertama Riau dilanda kabut asap. Bapak 3 orang anak ini mengaku sempat beromzet Rp 1,2 juta per hari.

"Waktu pertama kali kabut asap, kita sudah berjualan dan banyak pembelinya. Tapi belakangan ini, pedagang yang sama tambah ramai saja," kata Pino kepada detikcom, Selasa (4/3/2014).

Walau kompetitor semakin menjamur, Pino mengaku kini dalam sehari masih bisa meraup minimal Rp 300 ribu.

"Alhamdulilah bang, walau saingan tambah banyak, peminat masker masih banyak," katanya.

Masker yang dijualpun bentuknya bermacam-macam. Tidak hanya masker yang biasa ditemui di apotek, tapi warna-warni. Ada yang berbahan dasar dari kain tebal dan bercorak unik. Ada bergambar kartun, berlambang klub sepaka bola dunia, dan masker khas polantas.

"Harganya paling murah Rp 2.000 dan termahal Rp30 ribu. Tinggal pilih mau model kayak apa," kata Pino.

Indrayose (25), penjual masker di Jl Subrantas kawasan Panam Pekanbaru juga mengaku kebagian rezeki. Pria lajang ini yang biasanya jadi kuli angkut di Pasar Pagi. Kini ia sejenak beralih profesi dengan menjual masker.

"Saya dimodali teman untuk berjualan dengan sistem bagi hasil. Ya lumayanlah, sehari dangan masker bisa laku hingga ratusan ribu," katanya.

Sekalipun kedua pedagang masker ini meraup rezeki dari kabut asap, namun keduanya tetap berharap bencana itu segera berakhir.

"Memang untung bang kalau musim asap. Tapi kita berharap juga, kabut asap ini bisa segera hilang. Nggak enak juga rasanya badan ini terus menerus diselimuti asap. Kepala suka pusing," kata Indra.


(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads