"Saya diperiksa untuk Hambalang, untuk Mas Anas," ujar Sartono di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2014).
Menurut Sartono, pemeriksaannya hari ini hanya untuk kasus gratifikasi Hambalang. Dia tidak tahu terkait proyek lain yang menjerat Anas.
"Ini Hambalang saja," tambahnya.
Sartono Hutomo pernah menduduki posisi strategis di DPP Partai Demokrat, yakni Bendum. Dia ditunjuk langsung oleh Anas Urbaningrum saat masih menjadi Ketum. Sartono menjadi Bendum menggantikan Nazarudin yang ditangkap KPK terkait kasus wisma atlet.
(kha/fjr)











































