Cerita-cerita Tersisa dari Ritual Caleg di Gua yang Bikin 1 Orang Tewas

Cerita-cerita Tersisa dari Ritual Caleg di Gua yang Bikin 1 Orang Tewas

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 11:16 WIB
Cerita-cerita Tersisa dari Ritual Caleg di Gua yang Bikin 1 Orang Tewas
Ilustrasi/dok detikTravel
Jakarta - Demi meraih ambisi, kadang cara-cara aneh ditempuh. Salah satunya berdoa di gua. Seperti yang dilakukan caleg DPRD Semarang ini. Nahas, doa belum terpanjatkan, anggota rombongan terpeleset dan tewas.

Lambok M Sinaga, demikian nama calon politisi itu. Ia terdaftar sebagai caleg PKPI nomor urut 1 daerah pemilihan Semarang Barat dan Semarang Selatan. Bersama beberapa anggota rombongan, ia datang ke Gua Langse, Pantai Selatan, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Minggu (2/2/2014). Tak diketahui sebabnya, anggota rombongan bernama Subandi (50) dan Yayuk (45) terpeleset.

Subandi yang tercatat sebagai warga Tambakharjo Jrakah Semarang itu tewas, sedangkan Yayuk, warga Mugas Semarang Selatan terluka. Berikut cerita lengkap rombongan pencari berkah di gua yang berujung maut ini?

Ilustrasi/dok detikTravel

1. Terpeleset di Bebatuan Pinggir Laut

Ilustrasi/ Dok detikTravel
Gua Langse yang berada di dekat Laut Selatan sulit dijangkau. Kontur batuannya terjal dan licin. Namun tetap saja ada yang nekat mendatanginya.

Korban terpeleset dan jatuh Minggu (2/3) petang. Tapi baru bisa dievakuasi keesokan harinya oleh polisi. Subandi tewas, sedangkan Yayuk mengalami patah kaki. 

1. Terpeleset di Bebatuan Pinggir Laut

Ilustrasi/ Dok detikTravel
Gua Langse yang berada di dekat Laut Selatan sulit dijangkau. Kontur batuannya terjal dan licin. Namun tetap saja ada yang nekat mendatanginya.

Korban terpeleset dan jatuh Minggu (2/3) petang. Tapi baru bisa dievakuasi keesokan harinya oleh polisi. Subandi tewas, sedangkan Yayuk mengalami patah kaki. 

2. Firasat Keluarga Subandi

Subandi (Repro Dokumentasi Keluarga/Foto: Angling AP)
Subandi tidak pamit ke keluarga saat pergi ke Gua Langse. Padahal, biasanya ia selalu pamit ke manapun ia pergi. Keluarga mendapat kabar bahwa lelaki yang berprofesi sebagai satpam perumahan itu sempat bilang ke teman seprofesi agak telat ke kantor karena harus ke Gunungkidul.

"Dua hari lalu ada cicak jatuh di kepala saya. Kata suami, saya pertanda ada yang akan meninggal tapi lewat sakit dahulu," kata Sri Lestariningsih, istri Subandi.

Meski Subandi tidak sedang sakit, Sri mengibaratkan cicak itu sebagai firasat. Menurut dia, bisa jadi korban tidak fit dan akhirnya terpeleset.

2. Firasat Keluarga Subandi

Subandi (Repro Dokumentasi Keluarga/Foto: Angling AP)
Subandi tidak pamit ke keluarga saat pergi ke Gua Langse. Padahal, biasanya ia selalu pamit ke manapun ia pergi. Keluarga mendapat kabar bahwa lelaki yang berprofesi sebagai satpam perumahan itu sempat bilang ke teman seprofesi agak telat ke kantor karena harus ke Gunungkidul.

"Dua hari lalu ada cicak jatuh di kepala saya. Kata suami, saya pertanda ada yang akan meninggal tapi lewat sakit dahulu," kata Sri Lestariningsih, istri Subandi.

Meski Subandi tidak sedang sakit, Sri mengibaratkan cicak itu sebagai firasat. Menurut dia, bisa jadi korban tidak fit dan akhirnya terpeleset.

3. Pengakuan Lambok

Baliho Lambok (Foto: Angling AP/detikcom)
Lambok tidak membantah kedatangannya ke Gua Langse untuk memohon sesuatu. Tapi ia mengaku hanya diajak Subandi, bukan inisiator. Apalagi pemimpin rombongan. Ia tidak tahu anggota rombongan lainnya.

"Ini baru pertama kali sih. Mereka (anggota rombongan) melakukan ritual itu, tapi tidak kenal siapa mereka," kata pria paruh baya ini.

Soal jatuhnya korban, ia mengaku tidak tahu kejadian persisnya. Pria yang ke gua bersama istri dan anaknya itu berdalih sedang berada di tebing, sedangkan korban berada di dalam gua.

3. Pengakuan Lambok

Baliho Lambok (Foto: Angling AP/detikcom)
Lambok tidak membantah kedatangannya ke Gua Langse untuk memohon sesuatu. Tapi ia mengaku hanya diajak Subandi, bukan inisiator. Apalagi pemimpin rombongan. Ia tidak tahu anggota rombongan lainnya.

"Ini baru pertama kali sih. Mereka (anggota rombongan) melakukan ritual itu, tapi tidak kenal siapa mereka," kata pria paruh baya ini.

Soal jatuhnya korban, ia mengaku tidak tahu kejadian persisnya. Pria yang ke gua bersama istri dan anaknya itu berdalih sedang berada di tebing, sedangkan korban berada di dalam gua.
Halaman 2 dari 8
(try/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads