"(Deklarasi Jokowi) Itu kan masih wacana. Kita masih lihat dulu Jokowi maju capres. Tapi yang menarik kan kalau Jokowi maju jadi cawapresnya Mega, Ahok juga bisa donk jadi cawapresnya Prabowo, hehe," ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat kepada detikcom, Selasa (4/3/2014).
Menurut Martin, Ahok satu-satunya kader Partai Gerindra yang dipertimbangkan jadi cawapres Prabowo. Alasannya, Ahok dinggap memiliki prestasi.
Martin juga beranggapan, jika akhirnya kedua pemimpin DKI Jakarta itu dimajukan partainya masing-masing untuk maju di Pilpres, hal tersebut tidak masalah. Tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan di ibu kota.
"Kan bisa diangkat pejabat sementara oleh pemerintah sebagai pelaksana gubernur. Tapi ini semua kan masih wacana. Jokowi juga belum tentu jadi capres, Ahok juga belum tentu jadi cawapres," cetusnya.
Selain nama Ahok, beberapa nama lain dari luar partai juga dipertimbangkan sebagai pendamping Prabowo, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Hatta Rajasa.
Martin mengatakan saat ini Gerindra lebih fokus untuk memenangkan Pemilihan Legislatif. "Ini kalau hasil Pileg yang akan datang suara Gerindra signifikan, kita bisa mencalonkan sendiri. Kita akan lebih bebas untuk memilih orang muda yang berkualitas dan memiliki rekam jejak yang bersih," pungkasnya.
(rmd/van)











































