Kubu Panti Samuel: Anak Panti Tak Usah Makan Keju, yang Penting Hidup

Kubu Panti Samuel: Anak Panti Tak Usah Makan Keju, yang Penting Hidup

- detikNews
Senin, 03 Mar 2014 22:06 WIB
Kubu Panti Samuel: Anak Panti Tak Usah Makan Keju, yang Penting Hidup
Jakarta - Chemy Watulingas dan istri, Yuni Winata, pengelola Panti Asuhan Samuel's Home dituding menelantarkan anak-anak asuhannya. Anak-anak panti sendiri mengaku bahwa mereka kerap mendapatkan makanan berupa mi instan. Bahkan, dari hasil penggeledahan di panti asuhan tersebut juga ditemukan beras berkutu.

Terkait beras berkutu ini, pihak Yayasan Kasih Sayang Ayah Bunda menyatakan bahwa beras tersebut tidak pernah digunakan pemilik panti untuk dikonsumsi anak-anak.
ο»Ώ
"Soal beras, menurut saya perlu diuji lebih jauh. Polisi datang ketika suasana rumah dan beras sudah tidak dipakai lagi dan tidak dimakan," kata Cornelis Kopong, kuasa hukum Chemy dan Yuni, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Menurut Cornelis, penyitaan barang bukti berupa beras berkutu itu dilakukan di lokasi panti yang lama yang beralamat di Jl Kelapa Gading Barat Blok AG 15 No 1 RT 12/02 Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sementara panti sudah berpindah alamat ke Sektor 6 Blok GC 10 No 1 Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, jauh-jauh hari sebelum Komnas Perlindungan Anak mengevakuasi para anak-anak panti.

"Mereka pindah ke tempat baru sudah 2 minggu dan mereka tidak mau pakai lagi. Polisi datang ke sana minggu ke-3, wajar beras berkutu," ujar Cornelis seraya mengatakan bahwa beras tersebut merupakan sumbangan donatur.

Sementara itu, soal kurangnya asupan gizi anak-anak panti, Cornelis beralasan, tidak ada parameter anak panti harus mendapatkan makanan 4 sehat 5 sempurna. Yang terpenting, menurutnya lagi, anak-anak bertahan hidup dalam kondisi yang serba minim.

"Saya memberi contoh panti di Flores, kami makan minum kopi dan jagung suatu hal yang wajar. Itu tidak bisa dijadikan parameter, anak panti tidak usah makan keju, yang penting dia bisa hidup," tuturnya.

Sementara soal pengakuan anak-anak yang kerap hanya mendapatkan makan mi instan, Cornelis mengatakan bahwa mi di luar menu panti.

"Mi kering dia makan diluar menu, tidak dihidangkan," cetusnya.

(mei/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads