Si 'Wanita Emas' Bertahan di Angkot karena Menganggap Lebih Efektif

Caleg Nebeng di Angkot

Si 'Wanita Emas' Bertahan di Angkot karena Menganggap Lebih Efektif

- detikNews
Senin, 03 Mar 2014 18:20 WIB
Si Wanita Emas Bertahan di Angkot karena Menganggap Lebih Efektif
Rapat anggota KPU terkait Pemilu 2014. (Foto - detikcom)
Jakarta - Menjelang pemilihan kepala daerah Jakarta 2012 lalu stiker bergambar wajah Mischa Hasnaeni Moein atau Hasnaeni menghiasi sejumlah angkutan kota. Mulai dari Metromini, Mikrolet hingga Bajaj. Si 'Wanita Emas', demikian salah satu tulisan yang tercantum dalam stiker tersebut.

Kala itu si 'Wanita Emas' ingin bersaing dalam laga pemilihan gubernur Jakarta. Sayang dia gagal dicalonkan oleh partai peserta pemilukada. Wajahnya untuk beberapa waktu tak lagi tertempel di kaca-kaca angkutan umum di Jakarta.

Menjelang pemilihan umum legislatif April nanti, wajah si 'Wanita Emas' kembali menghiasi layar kaca angkutan kota. Kali ini Hasnaeni maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Demokrat nomor urut tujuh daerah pemilihan DKI Jakarta II, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.





Mengenalkan diri ke publik dengan cara memasang stiker di angkutan umum tetap dipilih Hasnaeni karena dianggap efektif. Dia pun mengaku telah mencetak 4000 stiker yang ditempelkan di berbagai angkutan umum dengan jurusan yang berbeda. Cara ini dilakukan sejak sekitar tiga bulan lalu.

Meski tidak berhasil mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI dua tahun lalu tidak membuat dirinya kapok berkampanye lewat stiker di mobil angkutan umum. Dengan slogan 'Wanita Emas Mengubah Jakarta', menurut dia ribuan stiker ini masih efektif dan bisa memperkenalkan ke publik.

“Saya bilang ini efektif. Soalnya angkutan trayek itu kan bisa tujuh kali bolak balik dalam satu kali jalan. Hampir semua angkutan kopaja, metromini, KWK, sampai bajaj saya tempel juga,” ujar perempuan 37 tahun itu kepada detikcom Jumat (28/2) pekan lalu.

Hasnaeni menambahkan cara kampanye lewat stiker ini juga menggambarkan dirinya yang bakal memperjuangkan masyarakat kelas menengah bawah. Artinya, kata dia, dalam setiap pemasangan stiker ini, dirinya selalu turun ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat.

Dalam setiap pertemuannya, dia selalu berkomunikasi dan memahami kesulitan para sopir yang mewakili masyarakat bawah. “Artinya saya cukup dekat karena punya perjanjian emosional dengan mereka. Saya terus berupaya komunikasi,” kata Hasnaeni.

Dia juga membantah kalau cara kampanyenya dengan ribuan stiker di angkutan umum dianggap berlebihan. Menurutnya cara ini tidak salah karena Panitia Pengawas Pemilu tidak melarang. Apalagi, duit yang dikeluarkan juga dari kantong pribadi.

Selain stiker, Hasnaeni juga menyebarkan banner dan spanduk di beberapa rumah warga yang jadi tim relawannya. “Saya rasa boleh kalau stiker. Yang enggak boleh itu kan pasang spanduk di jalan protokol dan di jalan-jalan,” ujar ibu tiga anak ini.

Lebih lanjut, menurut Hasnaeni dalam Pemilu legislatif tahun ini dia ingin maksimal dan tidak setengah-setengah dalam berjuang. Tidak menjadi persoalan kurang istirahat asalkan pendekatan ke masyarakat di dapil bisa direalisasikan.

Kalaupun tidak terpilih, baginya itu juga bukan masalah karena dirinya sudah berjuang maksimal. “Saya sudah cape pikiran, hati, dan tenaga. Saya enggak mau setengah-setengah.

(erd/erd)


Berita Terkait