"Aceh dulu seperti itu. Dulu saja pendatang ditembakin, diteror. Kemudian diturunkan tim, dan kita lakukan penangkapan. Kemarin 7 orang dimasukkan penjara. Ini kemudian terulang kembali. Menjelang Pemilu, caleg diserang. Ini pembelajaran politik yang tidak baik," kata Sutarman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2014).
Sutarman menuturkan bahwa Polri langsung menurunkan tim untuk mengejar para pelaku. Pelakunya sendiri saat ini belum teridentifikasi.
"Kita segera menurunkan tim untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelaku-pelaku kejahatan yang terjadi di 5 kejadian. Terakhir minggu kemarin, satu meninggal. Yang lain tidak ada korban meninggal. Pelaku belum teridentifikasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Polri akan mengirimkan tim untuk mengamankan Pemilu di Aceh. Semua parpol akan diamankan untuk perlindungan menyeluruh bagi masyarakat.
"Pasukan saya akan dikirim 10 SSK dari Mabes Polri ke Aceh untuk pengamanan Pemilu," kata Sutarman.
Menurut Sutarman, Aceh termasuk daerah rawan konflik bersama dengan Papua dan Poso. Namun konflik di Poso dan Papua tak terkait langsung dengan Pemilu.
"Kalau Aceh jelas terkait dengan Pemilu," pungkasnya.
Peristiwa penembakan itu terjadi saat korban sedang melintas dengan kendaraannya di kawasan Gunung Genting Mancang, Desa Ladang Puha kecamatan Moukek, Aceh Selatan, Minggu (2/3) kemarin malam sekitar pukul 21.00 WIB.
"Korban yang ditembak bernama Faisal (35), warga Lhok Pauh Kecamatan Sawang, Aceh Selatan. Korban ditembak lebih dari satu kali," ujar Kapolsek Moukek, AKP Subekti, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (3/3).
Faisal merupakan caleg PNA Dapil 2 di kawasan Moukek dan Sawang. Dari penyelidikan sementara polisi, diduga pelaku hanya satu orang.
(van/van)










































