"Bagaimana cara memakzulkannya? Partai pitik-pitik saja, apalagi ketum sudah menegur. Biarlah mereka berhadapan dengan ketumnya," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakpus, Senin (3/3/2014).
Ruhut yang juga anggota Timwas Century meminta agar rekan-rekannya tak masuk ke ranah teknis karena bukan bagian DPR.
"Gak malu yang minta? Tugas DPR itu legislasi, budgeting, pengawasan. Tidak ada teknis. Penyelidikian, penyidikan, penuntutan sudah ada yang menbidangi," ujar Ruhut.
Lalu apakah di Timwas Century saat ini ada rencana pemanggilan ketiga Boediono?
"Gak ada. Mereka kalau gak begitu gak jadi berita. Ini panggung politik saja," pungkasnya.
Pada Jumat (28/2), anggota Timwas Century dari F-PAN Chandra Tirta Wijaya mendesak Boediono untuk memenuhi panggilan Timwas atau F-PAN akan memotori pemakzulan Boediono. Namun Ketua Umum PAN Hatta Radjasa menegaskan bahwa hal tersebut bukan sikap partai dan ia akan menegur F-PAN. Sikap resmi PAN adalah untuk tidak memanggil paksa Boediono.
(rmd/rmd)











































