18 Orang Terluka dalam 7 Ledakan di 7 Kota Spanyol
Selasa, 07 Des 2004 07:01 WIB
Jakarta - Sekitar 18 orang mengalami luka ringan dalam 7 ledakan yang menggoncang 7 kota di Spanyol setelah sebelumnya diancam seorang penelepon gelap yang mengaku dari kelompok separatis Basque ETA.Ledakan itu terjadi di kota Leon dan Santillana del Mar di utara Spanyol, pusat kota Valladolid, Avila dan Ciudad Real, selatan kota Malaga, dan Alicante bagian tenggara.Menurut Ireland Online, Selasa (7/12/2004), sebanyak 15 orang terluka di kota Santillana del Mar yang dikenal sebagai kota turis. Korban luka diakibatkan potongan kaca pecah dan bongkahan kayu yang beterbangan. Ledakan juga menghancurkan tempat pojokan informasi di sebuah taman.Menurut pejabat setempat, korban luka termasuk seorang bocah perempuan 7 tahun dan ibunya. Sedangkan 3 korban luka lainnya berasal dari Ciudad Real, di mana ledakan terjadi di sebuah kedai kopi.Ketujuh ledakan tersebut terjadi di kedai-kedai kopi dan tempat-tempat publik pada Senin siang 6 Desember 2004, pukul 13.30 waktu setempat.Menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol, 7 ledakan itu terjadi sejam setelah seorang penelepon gelap yang mengatasnamakan Basque kelompok teroris ETA memberitahu koran Gara kalau 7 bom sudah ditanamkan di sekitar Spanyol.Pemerintah setempat sempat melakukan evakuasi di beberapa tempat yang disebutkan sang penelepon gelap. Ledakan-ledakan itu kecil dan sepertinya sudah dikalkulasikan untuk menghindari korban jiwa."Ledakan-ledakan itu menandakan ETA ingin menyebarkan rasa takut. Mereka ingin menarik perhatian, namun tidak mampu membunuh orang. Itu sebabnya mereka membuat ukuran bom hanya sebesar potongan coklat," kata mantan anggota ETA Teo Uriarte. Dia sekarang berlawanan dengan ETA dan nasionalisme Basque, bahkan memimpin gerakan perdamaian.Meski demikian Uriarte mengaku terkejut dengan rentetan ledakan tersebut dan memperkirakan bom-bom itu ditanam oleh para militan muda Basque yang mengatasnamakan ETA. Padahal sebenarnya tanpa perintah yang spesifik dari pemimpin kelompok separatis itu.ETA yang merupakan kepanjangan dari Euskadi ta Askatasuna, atau tanah air dan kemerdekaan Basque. Aksinya telah menewaskan lebih dari 800 orang sejak akhir 1960-an. Pada tahun itu mereka mulai mengampanyekan tanah air yang merdeka di utara Spanyol dan barat daya Prancis.
(sss/)











































