"Itu arogansinya saja. Dia ingin menunjukkan kekuasaannya serta kekayaannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Senin (3/3/2014).
Sementara itu, menurut Supriyono alias Black yang juga mengaku sebagai korban penyekapan tersangka, ia dibawa ke rumah tersangka di Villa Puri Sriwedari Cimanggis, Depok mulai tanggal 18 Februari 2014 pukul 05.00 WIB. Black disekap hingga tanggal 20 Februari 2014.
"Waktu datang ke sana, saya dibawa keliling rumahnya. Rumahnya besar sekali," ujar Black kepada wartawan usai melapor, di Polda Metro Jaya siang tadi.
Black kemudian dibawa melihat-lihat berbagai koleksi barang mewah Peter, mulai dari pakaian, perhiasan hingga barang antik. "Dia nunjukkin harta kekayaannya, gajah dari emas, stik golf dari emas, jam dinding emas, pakaian dia Luis Vuiton, lemari dia dari emas sampai batu musafir dia tunjukkin semua," beber Black.
"Mobilnya juga ada banyak, mewah-mewah. Waktu bawa saya, Pak Peter pakai mobil Hummer," tambah Black.
Sementara menurut anggota polisi yang menggeledah rumah Peter pada Kamis (20/2/2014) dini hari lalu, Peter memiliki 21 unit mobil mewah. Mobil-mobil itu terparkir di tempat parkir basement rumah mewahnya itu.
"Mobilnya ada 21 unit, paling murah mobil Toyota Alphard," ucap sumber kepada detikcom.
(mei/fjr)











































