5 Staf, 4 Polisi, 3 Penyerang Tewas di Konsul AS di Jeddah

5 Staf, 4 Polisi, 3 Penyerang Tewas di Konsul AS di Jeddah

- detikNews
Selasa, 07 Des 2004 02:02 WIB
Jakarta - Selain 5 staf menjadi korban tewas dalam serangan di Konsulat AS di Jeddah, 4 polisi dan 3 penyerang juga tewas dalam baku tembak yang berlangsung sekitar 3 jam.Insiden berdarah di kawasan Laut Merah itu terjadi pada Senin siang 6 Desember 2004 waktu setempat. Beberapa pria bersenjata dari dalam mobil menembaki gedung, kemudian melemparkan bahan peledak ke pagar gedung dan menyerbu ke dalam gedung, serta menyandera belasan karyawan konsulat.Lima pegawai tewas dalam serangan tersebut. Namun tidak ada warga AS yang menjadi korban. Pasukan Keamanan Saudi kemudian mengepung gedung dan membalas serangan sehingga terjadi baku tembak.Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi seperti dilaporkan Reuters, Selasa (7/12/2004), pejabat keamanan Saudi mengaku 4 anak buahnya tewas dalam baku tembak. Sedangkan Pasukan Keamanan Saudi menewaskan 3 penyerang dan melukai 2 penyerang. Kedua penyerang itu kemudian ditangkap.Sekitar 8 staf konsulat terluka. Menurut mereka, para penyerang mencoba menggunakan para staf konsulat sebagai tameng hidup selama terjadi baku tembak dengan Pasukan Keamanan Saudi."Mereka menyandera kami sekitar satu setengah jam. Kami terbagi dalam dua kelompok sekitar 4 dan 8 orang," kata Muaffa Jilan Ibrahim, pria warga Yaman yang bekerja di bagian pemeliharaan. Dia menderita luka ringan akibat terserempet peluru."Para penyerang berteriak ke pasukan keamanan di depan kami. Mereka bilang: kami punya sandera. Kalau kalian mendekat, kami akan tembak sandera. Para penyerang menempatkan kami di depan mereka sebagai tameng hidup. Pasukan keamanan kemudian menyerbu dan terjadi baku tembak," tutur Ibrahim.Pegawai konsulat lainnya bernama Richard Simon yang berkewarganegaraan India mengalami luka di kepala akibat terserempet peluru. Dia mengaku melihat ada 5 penyerang yang masuk ke gedung."Sewaktu serangan berlangsung, saya bersembunyi di tempat perlindungan darurat konsulat. Namun tempat itu juga diserang. Tiga penyerang menembaki pintu. Mereka kemudian masuk dan membawa kami berempat ke tempat lain dan meminta kami duduk. Lalu baku tembak pun terjadi," urai Simon. (sss/)


Berita Terkait