Transfer uang yang dilakukan Wawan ke pengelola karaoke sudah terlacak penegak hukum. Kabarnya, jumlah uang yang digelontorkan lebih dari Rp 30 miliar dan dikirim secara bertahap. Di keterangan transfer ada tulisan 'setoran modal restoran dan karaoke'. Transfer dilakukan sepanjang bulan April-Agustus 2013. Karaoke itu resmi dibuka pada akhir bulan Agustus 2013, tak lama setelah Idul Fitri.
Sumber detikcom yang tahu soal karaoke tersebut membisikkan, nilai aset Flame adalah Rp 92 miliar. Pendapatan karaoke bertarif paling mahal Rp 15 juta per jam itu bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan. Wawan menguasai 51 persen saham, sisanya dipegang dua rekannya bernama Oliver Mambu dan Hendry.
Saat dikonfirmasi akhir pekan lalu, salah seorang manajer di Flame mengatakan, tempat itu memang dibuka setelah Lebaran. Wawan juga disebut sebagai pemilik saham mayoritas. Namun dia tidak tahu soal pemodalan. "Saya harus tanya dulu sama owner yang lain," kata manajer yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Pengacara Wawan, Maqdir Ismail, belum bisa berkomentar soal ini. "Saya sedang rapat, nanti saya telepon lagi," ungkapnya.
(mad/nrl)










































