Bush: Serangan di Jeddah Bukti Teroris Masih Ada
Selasa, 07 Des 2004 01:31 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush menyatakan, serangan di Konsulat AS di Jeddah, Arab Saudi membuktikan teroris masih ada. Namun Amerika tidak akan takut."Mereka punya satu tujuan, yakni agar kami pergi meninggalkan Arab Saudi. Mereka ingin kami meninggalkan Irak. Mereka ingin kami takut dan jemu dalam menghadapi keinginan mereka untuk membunuh orang-orang tak berdosa," ujar Bush seperti dilaporkan VOA News, Selasa (7/12/2004).Namun Bush menegaskan, para teroris itu akan gagal karena Amerika tidak akan bisa diintimidasi, begitu juga dengan Irak. "Itu sebabnya pemilu di Irak sangat penting untuk diselenggarakan," tambahnya.Pernyataan Bush itu disampaikan di Gedung Oval setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Sementara Irak Ghazi al-Yawar. Bush menyampaikan belasungkawa atas korban meninggal dalam serangan tersebut yang merupakan petugas penjaga keamanan gedung.Bush juga berterima kasih atas respons cepat Pemerintah Arab Saudi dalam menanggapi insiden tersebut. Dia mengaku sudah menerima informasi kalau beberapa pelaku penyerangan sudah ditangkap. Dia juga yakin Pemerintah Arab Saudi akan memberikan informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
(sss/)











































