Angka Kecelakaan Masih Tinggi, Polda Jateng Gelar Lomba Safety Riding

Angka Kecelakaan Masih Tinggi, Polda Jateng Gelar Lomba Safety Riding

- detikNews
Minggu, 02 Mar 2014 20:02 WIB
Angka Kecelakaan Masih Tinggi, Polda Jateng Gelar Lomba Safety Riding
Lomba safety riding (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Meskipun kuantitas kecelakaan di Jawa Tengah sudah mengalami penurunan dari tahun ke tahun, namun jumlah tersebut masih terbilang cukup tinggi. Menanggapi hal itu, Polda Jawa Tengah menyebarkan virus safety riding dengan bentuk perlombaan di Semarang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan pada tahun 2013 tercatat ada 19.203 kejadian dengan jumlah korban meninggal 3.229 jiwa. Jika di rata-rata, per hari ada delapan orang meninggal di jalanan Jawa Tengah.

"Saya baru menjabat Kapolda di sini, rata-rata 12 orang meninggal akibat kecelakaan setiap hari. Ini sudah menurun dan berharap bisa zero victim," kata Kapolda saat membuka acara Kapolda Cup Riding Contest Safety and Skills di Sport Center BSB Semarang, Minggu (2/3/2014).

Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan adalah human error karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat soal mengemudi yang baik dan benar di jalan raya. Oleh sebab itu lomba yang diikuti 190 peserta dari masyarakat sipil dan kepolisian itu akan mencatumkan penilaian yang dilihat dari beberapa aspek, misalnya cara mengendarai motor, mengerem, dan melintas di jalur lambat.

"Jadi bagaimana saat menghadapi situasi di jalan. Bagaimana mengerem yang baik, menghindari lubang dan sebagainya," tandas Kapolda.

Lomba yang baru pertama kali digelar di Indonesia itu meliputi jenis kendaraan roda dua dengan kategori mesin 200 cc, 250 cc, hingga moge 1.300 cc. Pesertanya berasal dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan beberapa pendatang dari luar daerah. Kapolda pun berharap virus safety riding tersebut bisa dibawa ke daerah masing-masing dan disebarluaskan.

Aksi para peserta cukup memukau penonton, bahkan warga berkumpul untuk menonton para rider beraksi menghindari cone dan menelusuri lintasan yang sudah dibuat panitia.

Di dalam arena, peserta diharuskan meliuk-liuk melewati pembatas yang dibuat seolah-olah merupakan jalur lambat. Kemudian peserta dihadapkan dengan kayu kecil lurus dan peserta diharuskan meniti kayu tersebut. Di sesi berikutnya, peserta diharuskan memacu kendaraan dengan kecepatan sedang dan melewati cone-cone yang disiapkan panitia.

Instruktur dari Victory Motorcycle, Moh Joel D Mastana mengatakan peserta berasal dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang diwakili satu peserta dari umum dan satu peserta dari kepolisian dari setiap kategori.

"Juri juga dari 35 Kabupaten/Kota. Setiap simulasi atau sesi dibutuhkan lima juri. Ada dari start, juri untuk pengurangan nilai, waktu, video, finish, dan lain-lain," tandas Joel.

"Untuk penilaian skill, kita juga gunakan sensor karena rentan human error," imbuhnya.

Perlombaan tersebut berlangsung dari pagi hingga sore hari. Hadiah yang ditawarkan cukup menarik yaitu motor dan uang jutaan rupiah serta piala Kapolda. Sejumlah doorprize juga diberikan kepada pengunjung.

"Ini untuk roda dua, ini bagus dan kedepannya untuk roda empat juga sebagai usaha untuk zero victim," tegas Kapolda.

(alg/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads