Laporan dana kampanye NasDem diantar oleh Ketua Bappilu Ferry Mursyidan Baldan, Bendahara Franky Turtan dan Kepala Sekretariat DPP Wismen Razak, ke kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakpus, Sabtu (1/3/2014).
Kedatangan mereka disambut ramah 3 komisioner KPU di meja penerimaan, yaitu Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman dan Ida Budhiati. Hadir juga mengamati di ruangan itu Ferry Kurnia Rizikiyansyah.
"Bapak-bapak jadi laporannya sudah kami terima dan sekarang sedang diproses teman-teman di sini," ucap Hadar, disambut jabat tangan Ferry Mursyidan Baldan lalu Franky.
Usai melaporkan, Ferry dalam jumpa persnya mengatakan dana kampanye NasDem saat ini sebesar Rp 139 miliar. Angka itu meningkat dari laporan pertama pada Desember 2013 lalu.
"Tentu meningkat dari angka yang lalu, hari ini menjadi Rp 139.577.604.663 (Rp 139 miliar)," ucap Ferry dalam jumpa pers.
Secara rinci, sebesar Rp 95 miliar adalah penerimaan sumbangan dari caleg termasuk pengeluaran kampanye caleg, ditambah penerimaan sumbangan dari partai Rp 2 miliar serta saldo periode lalu Rp 41 miliar sehingga total Rp 139 miliar.
"Paling penting ini nomor rekening khusus parpol peserta pemilu yang berbeda dengan rekening parpol, karena sanksi tidak disampaikannya rekening khusus berdampak pada diskualifikasi caleg kita di tingkat masing-masing," paparnya.
Rekening khusus dana kampanye NasDem per 13 Desember 2013 sebesar Rp 7.473.355.500 dengan laporan saldo awal dana kampanye per Februari 2014 sebeesar Rp 6.988.800.580.
Ferry mengatakan dari total jumlah caleg NasDem 559 orang, ada 3 caleg yang belum melaporkan penerimanaan dan penggunaannya. "Mungkin tidak aktif berkampanye," kata Ferry.
"Paling banyak untuk program-program sosialisasi, atribut termasuk iklan. Billboard juga ada yang kita kontrak dan berbagai acara-acara iklan. Kalau caleg sosialisasi ada yang pasang baliho dan iklan di media cetak," lanjut dia.
(bal/aan)










































