Surabaya - Di Tahun Politik 2014 ini, Megawati Soekarnoputri mengaku goyangan yang dialamatkan kepada PDI Perjuangan semakin kencang. Termasuk persoalan Surabaya yang belakangan ini menjadi sorotan publik dengan isu konfliknya wali kota dan wakil wali kota.
"Memang saya kalau melihat, biasalah media itu senengnya menggoreng. Kalau tidak begitu, suasana tidak hangat. Saya ketemu Mbak Risma di rumah, tapi ada yang berkata saya menolak ketemu Mbak Risma," ungkap Megawati di Bandara Internasional Juanda, Sabtu (1/3/2014).
Mega juga menilai aksi blusukannya dengan Jokowi terlalu dibesarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti ini saya datang Pak Jokowi nanti diramaikan. Kan gitu biasanya wartawan. Sak benere ono opo to saya bawa Pak Jokowi. Waktu di Jawa Tengah sama Pak Ganjar, saya tanya, dik Sabtu libur apa tidak. Libur bu. Kalau libur melu yuk ke Surabaya nanti makan soto di Surabaya. Kalau tidak wartawan tidak meriah dan pasti ceritanya masa makan saja. Jadi yang ditanyakan yang menghangatkan," tutup Megawati sambil tersenyum.
Di Surabaya, Mega dan Jokowi akan mengisi acara diskusi di Universitas Surabaya. Sejumlah fungsionaris PDIP juga ikut menyaksikan diskusi tersebut.
(ze/mad)