Peristiwa reka ulang itu digelar seusai upacara peringatan SO 1 Maret 1949 di Benteng Vredeburg di jl Ahmad Yani (Margo Mulyo) Yogyakarta. Seusai upacara bendera, peserta reka ulang dari komunitas penggiat sejarah Djokjakarta 1945 beserta komunitas lainnya mulai menggelar adegan tersebut di depan benteng.
Saat mereka ulang adegan peperangan, peserta yang mengenakan seragam tentara Indonesia zaman dulu berada di luar benteng. Sedangkan yang mengenakan seragam tentara Belanda di dalam benteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat suasana riuh disertai ledakan mercon dan kembang api saat itu. Satu kali terdengar ledakan mercon yang cukup besar sehingga sempat menggagetkan peserta dan penonton.
Saat kejadian, tidak ada yang tahu Buwono roboh jatuh pingsan. Beberapa teman komunitas yang di dekatnya mengira dia seolah-olah terluka kena tembak. Teman-temannya terus melanjutkan adegan perang sambil menembakkan senjata ke arah lawan.
Beberapa orang yang ada di dekatnya baru menyadari kalau korban mengalami sakit karena wajahnya terlihat pucat. Mengetahui kejadian itu, beberapa peserta kemudian meminta berhenti.
"Stop-stop ada yang terluka, hentikan dulu," teriak salah satu peserta yang mengenakan seragam tentara Indonesia.
Upaya pertolongan dilakukan oleh anggota PMI Yogykarta dengan memberikan bantuan pernafasan menggunakan oksigen. Korban kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah yang berjarak sekitar 400-an meter. Namun ketika sampai di rumah sakit, korban tidak tertolong lagi.
"Dia anggota kami dari Komunitas Djokjakarta 1945. Kami tidak tahu kalau dia sakit karena kecapekan," ungkap Eko Isgiyanto
(bgs/mad)











































