'Tembak-tembakan', Warnai Peringatan 65 Tahun Serangan Umum 1 Maret

'Tembak-tembakan', Warnai Peringatan 65 Tahun Serangan Umum 1 Maret

Edzan Raharjo - detikNews
Sabtu, 01 Mar 2014 09:40 WIB
Tembak-tembakan, Warnai Peringatan 65 Tahun Serangan Umum 1 Maret
Yogyakarta - Dengan membawa 'senjata api'(replika) ratusan pemuda menyerang pasukan Belanda di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Suara 'dar der dor' dan dentuman meriam, membuat suasana disekitar lokasi ramai. Warga berbondong-bondong datang untuk melihat apa yang terjadi.

Ratusan pemuda tersebut merupakan rakyat dan Tentara Indonesia yang sedang melakukan aksi Serangan Umum 1 Maret. Mereka juga mengenakan kalung janur kuning, dan mengenakan baju perjuangan masa lalu. Mereka menyerang pasukan Belanda yang tengah menduduki Yogyakarta.

Ini adalah adegan dalam memperingati Serangan Umum 1 Maret yang menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu. Suara dentuman tersebut, merupakan suara kembang api. Enam puluh lima tahun silam, pada 1 Maret 1949 warga Yogya dan TNI menunjukkan perjuangan heroiknya. Warga menyerang pendudukan Belanda, yang membuat mata dunia terhenyak. Serangan itu membuktikan bahwa Bangsa Indonesia masih berdiri tegak dan sanggup melakukan perlawanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Paguyuban Wehrkreis daerah Perlawanan Tiga Yogyakarta, Sudjono mengatakan meski hanya bisa merebut kembali selama 6 jam, tapi perlawanan heroik ini memiliki dampak luar biasa. Propaganda Belanda bahwa Indonesia sudah habis, terpatahkan dengan adanya perlawanan tersebut.

"Karena perjuangan yang begitu heroik dan dampaknya luar biasa, sudah sepantasnya peringatan Serangan Umum 1 Maret diperingati secara nasional. Sama seperti peringatan 10 November,"kata Sudjono di Monumen SO 1 Maret Yogyakarta, Sabtu(1/3/2014).

Sebelumnya, ratusan warga yang terdiri dari veteran, pelajar, mahasiswa, TNI/Polri, komunitas-komunitas masyarakat melaksanakan upacara bendera di Monumen S0 I Maret yang terletak di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Semua mengenakan kalung janur kuning, simbol perjuangan rakyat pada serangan umum 1 Maret.

(rjo/rjo)


Berita Terkait