Sebelumnya lembar MoU telah disahkan terlebih dulu oleh Presiden NTUST, kemudian dibawa ke Undip oleh delegasi yang dipimpin Wakil Presiden NTUST Prof. Lee, Tu-Chung dengan 8 orang staf dari International Office, serta profesor Teknik Kimia, Elektro, dan Mesin.
"Dalam waktu 2 bulan ke depan berupa pengiriman mahasiswa S2 Teknik Kimia Undip ke Taiwan sejumlah 4 orang untuk menempuh dual degree, dengan beasiswa penuh dari Taiwan," ujarΒ Ketua Program Studi Magister Teknik Kimia Undip (PTKMU) Semarang Dr. Mohammad Djaeni kepada detikcom hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djaeni, kerjasama lebih mendalam akan dilakukan dalam bentuk riset dan publikasi bersama, serta kunjungan dosen atau mahasiswa Undip ke Taiwan untuk melakukan riset dengan fasilitas dari Taiwan, dan sebaliknya.
Khusus untuk dual degree, Program Studi Magister Teknik Kimia akan menguruskan ijin ke bagian perencanaan dan kerjasama DIKTI, sebab semua dokumen sudah lengkap antara lain MoU, MoA, dan pengakuan mata kuliah dari Undip di NTUST, serta IPK dan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa juga telah memenuhi syarat di NTUST.
"Ijin ini sangat penting, karena ijasah dual degree akan mendapat pengakuan formal dari DIKTI," demikian Djaeni, yang meraih gelar doktornya di Universitas Wageningen, Belanda.
Djaeni mengatakan, selain ada dana dari Taiwan, program dual degree ini juga mendapat dukungan dan fasilitas dana dari BPKLN Kemenetrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
"Dengan adanya dual degree dan beasiswa ini diharapkan minat mahasiswa untuk melanjutkan studi semakin meningkat, karena kesempatan studi ke luar negeri terbuka lebar," imbuh Djaeni.
Lanjut Djaeni, saat ini para mahasiswa S2 Teknik Kimia UNDIP sudah memberikan hasil yang membanggakan, di mana salah satunya mahasiswa Gregorius Rionugroho ketika menempuh dual degree di Pukyong National University, Korea, sudah langsung mendapatkan beasiswa S3.
Selain itu juga luaran publikasi internasional dan nasional terakreditasi dari mahasiswa S2 Teknik Kimia UNDIP juga cukup banyak, yakni ada sekitar 8-10 publikasi dalam 1 tahun terakhir.
Sebelumnya pada kesempatan sosialisasi, Dr. Abe Susanto menyatakan BPKLN siap membantu mahasiswa dual degree ke luar negeri. Biaya yang ditanggung meliputi biaya hidup, transportasi, dan riset, serta lainnya yang tidak ditanggung oleh institusi mitra luar negeri.
Masih menurut Dr Abe Susanto, untuk ke Taiwan, karena biaya hidup, riset, publikasi, dan SPP sudah ditanggung oleh NTUST, maka BPKLN bisa memfasilitasi biaya transportasi, asuransi, dan dokumen perjalanan.
Pada seremoni penandatanganan ini Rektor Undip Prof. Dr. Soedharto P. Hadi didampingi Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Prof. Dr. Sultana MH Faradz.
Dari perwakilan fakultas antara lain Dekan Fakultas Teknik Ir. Bambang Pudjianto, MT dan Wakil Dekan Bidang Kerjasama Dr. Berkah Fajar Tamtomo, Ketua Magister Teknik Mesin Prof. Dr. Bayuseno dan Dr Sapto Purnomo dari Fakultas Sains dan Matematika.
Seremoni yang difasilitasi oleh Ketua International Office Undip Dr. Jati Utomo ini dihadiri sejumlah mahasiswa yang merupakan perwakilan dari berbagai jurusan di Fakultas Teknik dan Fakultas Sains dan Matematika.
(es/es)











































