"Ada barang bukti berupa rekam medis klinik di mana anak-anak itu berobat kalau sakit, ini sedang kita pelajari, apakah sakitnya itu ada kaitannya dengan dugaan penganiayaan itu atau tidak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Dari rekam medis itu, beberapa anak yang pernah berobat ke klinik menderita flu hingga luka gores. Hal ini, kata Rikwanto, akan dikonfirmasikan kepada pemilik panti, Chemy Watulingas alias Samuel pada pemeriksaan pekan depan.
"Ini yang akan kita konfirmasikan ke mereka dan akan dikait-kaitkan dengan dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh pelapor," imbuh Rikwanto.
Berdasarkan hasil rekam medis yang diperoleh pihak kepolisian, terakhir anak panti berobat di sebuah klinik di Tangerang pada 29 Januari 2014 lalu.
Lanjutnya lagi, rekam medis ini akan dicocokkan dengan hasil visum et repertum (VER) korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ada 8 anak panti asuhan yang menjalani visum di RS Polri itu.
"Hasil visum rencananya hari ini keluar, penyidik nanti ke RS Polri untuk mengambil hasil visum tersebut
Selain rekam medis, polisi juga menyita barang bukti berupa sapu ijuk yang sudah patah dan pecahan genting di panti asuhan tersebut. Barang bukti ini juga akan dicocokkan dengan hasil visum para korban.
"Barang bukti ini nantinya akan dicocokkan dengan hasil visum luka yang ada, untuk mengetahui ada-tidaknya dugaan penganiayaan tersebut," lanjutnya.
Jika dalam pemeriksaan nanti pemilik mengakui adanya penganiayaan itu sebagai upaya untuk membina anak-anak, Rikwanto mengatakan, "Ya nanti akan kita dalami pembinaannya itu sejauh apa, apakah sampai harus ada pembinaan seperti itu (dianiaya)."
(mei/mad)











































