Berdasarkan rilis dari Awesometrics yang memonitor tren di media sosial, lebih dari 412 kali Rhoma Irama disebut media massa selama 4 hari ini terkait isu titel profesornya.
"Lalu hampir 16.500 kali Rhoma dibicarakan di twitter dan 50 kali di facebook. Dalam empat hari ini, Awesometrics menemukan sedikitnya 143 artikel di media online terkait gelar Profesor Rhoma Irama ini, dan situs detik.com menjadi yang terbanyak menyebut dan memberitakan isu tersebut," kata Yustina Tantri, Marketing Communication Awesometrics, dalam siaran pers, Jumat (28/2/2014).
Meskipun yang aktif nge-tweet hanya 6.200-an, tapi diperkirakan ada 15,1 juta lebih akun yang mengikuti percakapan ini di Twitter.
Baliho 'Prof Rhoma Irama Presiden Kita Bersama' pertama kali muncul di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kemunculan capres PKB itu kemudian jadi tanda tanya besar karena banyak profesor yang mempertanyakan prestasi akademik atau pun penemuan yang dihasilkan Prof Rhoma.
Usut punya usut ternyata gelar profesor itu adalah gelar honoris causa dari American University of Hawaii. Rhoma mengaku mendapatkan gelar itu pada tahun 2005 silam karena dirinya dianggap sebagai guru besar musik dangdut di Indonesia.
Namun detikcom mendapatkan salinan surat dari Badan Perlindungan Konsumen Negara Bagian Hawaii yang dibuat pada tahun 2005. Ternyata universitas yang memberi Rhoma gelar honoris causa tidak terakreditasi di mana pun. Kampus Bang Haji itu juga tak punya satu pun murid di Amerika. Ternyata kampus itu hanya memberi gelar kepada orang di luar Amerika.
(van/nrl)











































