Pekerja Perempuan Asal NTT yang Diduga Disekap Majikan, Dirawat di RS

Pekerja Perempuan Asal NTT yang Diduga Disekap Majikan, Dirawat di RS

Khairul Ikhwan - detikNews
Jumat, 28 Feb 2014 15:28 WIB
Pekerja Perempuan Asal NTT yang Diduga Disekap Majikan, Dirawat di RS
Yenny (Khairul/ detikcom)
Medan - Selain 16 orang yang sudah berhasil dievakuasi polisi, ternyata ada lagi pekerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban penyekapan majikan di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Korban sudah hampir setengah bulan dirawat di rumah sakit.
 
Korban Yenni Vuakan (22) kini dirawat di ruang 406 Rumah Sakit Umum (RSU) Deli, Jalan Merbabu, Medan. Pada Jumat (28/2/2014) terlihat, kondisi tubuhnya kurus kering dan memprihatinkan. Bahkan dia sudah tidak dapat berjalan lagi karena kondisinya yang lemah.
 
Yenny mulai dirawat di rumah sakit sejak Selasa (11/2) karena sesak nafas. Hasil pemeriksaan dokter, dia ternyata menderita radang paru-paru atau pneumonia.
 
Selama tiga tahun bekerja sebagai pembersih sarang burung walet di rumah Mohar di Jalan Brigjen Zein Hamid, Gang Family, Medan Johor, korban mengaku tidak pernah mendapatkan gaji.
 
“Hanya menandatangani kuitansi kosong,” kata Yenny.


Selama dirawat di rumah sakit, Yenny dijaga Fransina Tefa, rekan sekerjanya yang juga berasal dari Kupang, NTT. Namun Fransina tak mau berbicara terlalu banyak tentang kondisi mereka di rumah Mohar. Dia juga membantah mengalami penganiayaan dari majikan, hanya gaji yang belum diberikan.
 
“Kami semula dijanjikan gaji enam ratus ribu sebulan,” kata Fransina
 
Kendati berharap dapat menerima pembayaran gaji, namun mereka lebih berharap agar dapat segera pulang ke kampung halamannya.
 
Belasan perempuan ini dikirim penyalur tenaga kerja dari NTT untuk bekerja di rumah Mohar. Namun bukannya mendapat penghasilan, mereka justru tidak digaji padahal sudah bekerja bertahun-tahun. Tempat bekerja yang tidak sehat, membuat mereka semua menderita sakit.
 
Dua rekan kerja mereka sudah meninggal dunia. Yakni Marni Baun (24) yang meninggal pada pertengahan Februari, dan Riska Bota (22) yang meninggal dunia pada Kamis (27/2) malam. Jenazah Riska saat ini sudah dibawa ke RSU Pirngadi untuk diotopsi.

(rul/gah)


Berita Terkait