Obat-obatan di RSUD dr Soekarjo Kota Tasikmalaya sudah langka. Pasalnya 60 rekanan sudah tidak lagi mengirimkan obat, karena masalah pembayaran.
"Kemarin RSUD mendapatkan pinjaman uang dari Pemerintah Kota senilai Rp 1 miliar. Uang itu habis dibayarkan kepada pemasok obat," kata Wasisto, Direktur RSUD dr Soekarjo, kepada wartawan, Jumat (28/2/2014) di jalan Rumah Sakit.
Menurut Wasisto, 100 rekanan pemasok obat-obatan untuk pasien 60 rekanan tidak langi mengirimkan barang. Kini sisanya 40 rekanan yang masih mengirimkan, akan tetapi sebagian ada yang mengancam akan menghentikan pengiriman. Karena pembayaran belum dilunasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di ruas jalan Rumah Sakit, keluarga pasien RSUD dr Soekarjo telah kelimpungan mencari obat pil tenang. Karena di dalam apotek sudah habis dan menyisa obat maag. "Saya mencari obat untuk ayah kami, karena dia sulit tidur dan membutuhkan obat itu," kata Wina (45) warga Karangnunggal, kabupaten Tasikmalaya.
Selain itu, keluarga pasien lainnya, Anda (35) mengatakan, stok obat di dalam RSUD dr Soekarjo sudah habis dan banyak keluarga pasien mencari obat di beberapa apotek di kota Tasikmalaya. "Kami menemukan obat ini di jalan HZ. Mustofa dan sebagian lagi ada yang menemukan di jalan Tarumanagara," ujarnya.
(gah/gah)










































