"Saat ditangkap, Ibu Dewi terlihat ngomong sendirian dan mondar mandir sambil bawa kantong kresek putih 3 buah di sekitar Jalan Raya Fatmawati, bukan Jalan Melawai seperti yang disebutkan," ujar Eko Purwanto, staf Yanrehsos Sudin Sosial Jaksel, saat ditemui detikcom di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Cipayung, Jakarta, Jumat (28/2/2014).
"Dia pakai kemeja putih lusuh, dan rok putih juga. Di dalam kantong kresek yang dia bawa, saat diperiksa berisi satu kantong pakaian dia, satu sampah bungkus nasi yang sudah bau, kantong lain isinya aqua bekas dan Injil," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya tempat tinggal, pegakuannya pun berubah-ubah. "Awalnya di Pasar Rebo, lalu di Blok M, lalu di Pasar Rebo lagi sambil menunjukkan injilnya itu," papar Eko.
Yang membuat petugas lebih yakin bahwa Dewi pantas diamankan, yaitu saat petugas menangkap orang gila di kawasan Fatmawati. Saat diangkut bersama-sama ke dalam mobil, omongan mereka ternyata 'nyambung'.
"Dia bilang ke orang gila itu, 'baca nih, injil. Biar masuk surga'. Dari situ kami makin yakin, dia diduga memiliki gangguan jiwa," tutup Eko.
(rii/tor)











































